dutacendikia.id, Bandar Lampung – Pagi itu, halaman MIN 5 Bandar Lampung terasa lebih istimewa dari hari-hari biasanya. Deretan medali emas dan perak, dua trofi berkilau, serta wajah-wajah bangga siswa berprestasi menjadi pemandangan yang menyatu dengan khidmatnya upacara bendera Senin, 18 Mei 2026.
Sebelum barisan upacara terbentuk, para guru dan staf madrasah telah lebih dulu berdiri di depan gerbang, menyambut kedatangan siswa dengan senyum hangat — sebuah tradisi sederhana yang mencerminkan budaya madrasah yang penuh keakraban dan keteladanan.

Para guru dan staf perempuan MIN 5 Bandar Lampung menghormat dalam barisan upacara bendera Senin, 18 Mei 2026.
Upacara bendera berlangsung pukul 07.00 WIB dengan petugas dari siswa kelas 5 Khalid bin Walid yang tampil penuh percaya diri. Empat siswa bertugas sebagai pembaca teks — mengenakan selempang resmi bermotif khas Lampung — berdiri tegap di sisi lapangan dengan teks di tangan, memimpin rangkaian prosesi dengan tertib. Ibu Sumarni, S.Ag., selaku pembina upacara, hadir memberi amanat yang mengalir hangat namun sarat makna.

Empat siswa petugas pembaca teks berdiri tegap dalam formasi upacara, mengenakan selempang resmi bermotif khas Lampung.
Dalam amanatnya, Ibu Sumarni menekankan dua pesan utama yang relevan bagi seluruh warga madrasah. Pertama, ia mengingatkan pentingnya akhlak dan moral yang baik sebagai pondasi seorang siswa madrasah. “Ilmu yang kalian dapatkan di kelas harus diiringi dengan budi pekerti yang luhur. Akhlak adalah cerminan dari keimanan seseorang,” tuturnya di hadapan seluruh siswa yang berbaris rapi. Kedua, ia menyerukan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan madrasah. Merujuk pada prinsip Islami yang telah tertanam sejak dini, ia menegaskan bahwa kebersihan bukan sekadar urusan fisik, melainkan bagian dari keimanan yang harus dijaga setiap hari — baik kebersihan diri maupun lingkungan sekitar.
Usai upacara, suasana lapangan beralih menjadi momen perayaan yang mengharukan. Satu per satu, siswa berprestasi maju ke depan untuk menyerahkan medali dan trofi hasil perjuangan mereka kepada madrasah. Keberhasilan itu datang dari tiga ajang kompetisi bergengsi yang diikuti secara bersamaan dalam rentang awal hingga pertengahan Mei 2026.
Pada Gubernur Lampung Cup 2 Taekwondo Championship 2026, kejuaraan taekwondo tingkat provinsi yang digelar 15—17 Mei 2026, MIN 5 Bandar Lampung menurunkan dua belas atlet cilik dari berbagai tingkatan kelas. Hasilnya luar biasa: tiga medali emas diraih masing-masing oleh Ahmad Muzammil Aziz (kelas 5 Bilal bin Rabbah), M. Akmal El-Azzam (kelas 4 Ruqayah), dan Revaina Wahyu Prameswari (kelas 3 Siti Aminah).
Melengkapi koleksi, sembilan medali perak turut disumbangkan oleh Safaraz Alifandia Arrasy, Gilang Rafano Athaya, Muhammad Azzam Athallah, M. Malik Dzaka Al Arkhan, Nyimas Assyifa Putri Afwan, Achmad Affan Arkan Wiratama, Dzaky Al Bantani Aranta, Fiona Adelia Efani, dan Halim Muhammad Aziz. Momen penyerahan trofi kepada kepala madrasah diwakili oleh dua siswa yang berdiri gagah mengangkat piala kebanggaan, menjadi simbol nyata buah dari latihan keras dan semangat pantang menyerah.
Prestasi pun datang dari cabang olahraga lain. Dalam Gelar Lomba Olahraga dan Pramuka (Gelora) ke-IX yang diselenggarakan di SMP PGRI Sukarame, Bandar Lampung, tim futsal putra MIN 5 berhasil meraih Juara 2, sementara tim futsal putri menempatkan diri di posisi Juara 4 — capaian yang membuktikan bahwa semangat kompetisi di madrasah ini tumbuh subur, baik di kalangan siswa putra maupun putri.
Satu nama lagi mencuri perhatian dari Kejuaraan Wushu School Traditional and Championship 3 (1—3 Mei 2026): Aisyah Nuha Zahira, siswi kelas 5 Ibnu Khaldun, yang tampil dominan dengan meraih dua medali emas pada kategori Wuzu Quan-Ngo Ho Chien B (Taoulu C) Putri dan Xing Yi Quan B (Taoulu C) Putri, ditambah satu medali perak pada kategori Animal Imitation Style B (Taoulu C) Putri.
Keberhasilan ini bukan lahir dari kebetulan.
Di balik trofi dan medali yang berkilauan, terdapat proses pembinaan panjang, kedisiplinan yang dijaga setiap hari, serta kepercayaan guru dan orang tua yang tak pernah surut. MIN 5 Bandar Lampung terus membuktikan bahwa madrasah bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga kawah candradimuka bagi generasi yang unggul dalam karakter, berprestasi dalam kompetisi, dan kokoh dalam keimanan. Pagi ini, lapangan upacara itu menjadi saksi — bahwa dari madrasah, lahir juara-juara yang sesungguhnya. (Septiano/Humas)


