dutacendikia.id, Bandar Lampung – MIN 1 Bandar Lampung mengawali pelaksanaan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan menghadirkan berbagai kegiatan yang dirancang untuk membantu murid baru mengenal lingkungan madrasah sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman sejak hari pertama. Selama dua hari pelaksanaan, Senin hingga Selasa (13–14/7/2026), seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan antusias dalam suasana yang hangat, edukatif, dan menyenangkan.
Mengusung tema “Aku Senang Menjadi Murid MIN 1 Bandar Lampung”, hari pertama difokuskan pada proses adaptasi peserta didik terhadap lingkungan madrasah. Murid baru diajak mengenal tata letak berbagai fasilitas, ruang belajar, serta area penunjang lainnya agar lebih akrab dengan lingkungan yang akan menjadi tempat mereka belajar. Suasana pengenalan dikemas secara interaktif melalui permainan, gerak dan lagu, serta aktivitas berjalan berbaris layaknya rangkaian kereta api sambil menyanyikan lagu Kereta Api, sehingga mampu menciptakan pengalaman pertama yang berkesan bagi anak-anak.
Selain mengenal lingkungan fisik madrasah, para murid juga diperkenalkan dengan seluruh guru dan tenaga tata usaha MIN 1 Bandar Lampung. Interaksi tersebut menjadi langkah awal membangun kedekatan antara peserta didik dengan warga madrasah, sehingga tumbuh rasa aman, nyaman, dan percaya diri dalam mengikuti proses pembelajaran. Sebagai bentuk apresiasi atas semangat mereka mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, panitia memberikan bintang penghargaan kepada murid yang aktif berpartisipasi.
Memasuki hari kedua, fokus kegiatan diarahkan pada penguatan karakter dan pembiasaan nilai-nilai keislaman. Seluruh murid melaksanakan salat Dhuha berjamaah sebagai bagian dari pembentukan budaya religius di madrasah. Kegiatan dilanjutkan dengan ceramah yang disampaikan oleh Roni, M.Pd., mengenai pentingnya memiliki akhlak mulia, semangat belajar, serta menghormati guru dan orang tua sebagai fondasi utama dalam menempuh pendidikan.

Suasana pembukaan MATAMUDA MIN 1 Bandar Lampung di halaman madrasah. Murid baru mengikuti kegiatan pengenalan dan ice breaking yang dipandu guru dengan penuh antusias.
Nuansa religius semakin terasa saat kegiatan murojaah bersama Ibu Imroatus dan Ibu Sarah. Murid baru diajak mengulang hafalan surat-surat pendek dan doa sehari-hari dengan metode yang komunikatif sehingga mudah diikuti oleh seluruh peserta. Setelah itu, kegiatan ditutup dengan aktivitas mewarnai di kelas masing-masing sebagai sarana mengembangkan kreativitas, melatih konsentrasi, serta membiasakan anak belajar dalam suasana yang menyenangkan.
Kepala MIN 1 Bandar Lampung, Hizbuddin Burmelli, S.Pd., M.M., mengatakan bahwa MATAMUDA merupakan fase penting dalam membantu peserta didik beradaptasi dengan lingkungan madrasah sekaligus menanamkan karakter sejak awal memasuki jenjang pendidikan dasar. Menurutnya, pengalaman pertama yang menyenangkan akan menjadi bekal bagi anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mencintai proses belajar, serta memiliki akhlak yang baik.
“Kami ingin menciptakan pengalaman pertama yang menyenangkan bagi seluruh murid baru. Dengan suasana yang ramah, aman, dan penuh keceriaan, kami berharap mereka semakin percaya diri, senang belajar, serta bangga menjadi bagian dari keluarga besar MIN 1 Bandar Lampung. Kami juga ingin membiasakan anak-anak dengan nilai-nilai keislaman sejak hari pertama mereka di madrasah agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan mencintai Al-Qur’an,” ujar Hizbuddin.

Murid baru mengikuti gerak dan lagu sebagai bagian dari kegiatan MATAMUDA. Aktivitas interaktif tersebut bertujuan membangun keberanian, kekompakan, serta suasana belajar yang menyenangkan.
Pelaksanaan MATAMUDA akan terus berlanjut dengan berbagai materi edukatif yang telah disusun secara bertahap untuk memperkuat kemampuan adaptasi peserta didik. Melalui kegiatan ini, MIN 1 Bandar Lampung menegaskan komitmennya menghadirkan lingkungan belajar yang ramah anak, religius, dan berorientasi pada pembentukan karakter, sehingga setiap murid tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga tumbuh sebagai generasi Qurani yang disiplin, berakhlak mulia, serta siap mengukir prestasi. (Septiano/Humas)


