Dutacendikia.id, Bandar Lampung, Lampung —Momentum Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah dimanfaatkan oleh LAZISNU PWNU Lampung untuk menyalurkan hewan qurban dari sejumlah tokoh nasional dan daerah Jumat (06/06). Proses pemotongan telah dilakukan sesuai dengan syariat Islam, dan daging qurban telah didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah.
Sebanyak enam ekor hewan qurban, terdiri dari sapi dan kambing, telah disalurkan oleh LAZISNU PWNU Lampung, masing-masing berasal dari:
• Presiden / Gubernur: 1 ekor sapi
• Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana: ekor sapi
• Hidir Ibrahim: 1 ekor kambing
• LAZISNU PBNU: 2 ekor kambing
• Ketua PWNU Lampung: 1 ekor kambing
• Andi Warisno: 1 ekor sapi

Seluruh rangkaian pelaksanaan qurban dilakukan secara tertib dan terorganisir, melibatkan panitia yang berkompeten dan menjunjung tinggi nilai-nilai keikhlasan serta profesionalisme.
Proses pemotongan telah dilakukan sesuai dengan syariat IslamKegiatan ini mencerminkan semangat kepedulian sosial yang menjadi inti dari ibadah qurban, sekaligus memperkuat hubungan antara pemimpin dan masyarakat melalui jalur kemanusiaan. Seluruh rangkaian pelaksanaan qurban dilakukan secara tertib dan terorganisir, melibatkan panitia yang berkompeten dan menjunjung tinggi nilai-nilai keikhlasan serta profesionalisme.
Idul Adha bukan semata seremoni keagamaan, tetapi juga momen untuk merajut solidaritas. Dalam konteks itu, partisipasi para tokoh yang mempercayakan qurbannya kepada LAZISNU menjadi bentuk teladan tentang pentingnya menyalurkan kelebihan untuk mereka yang membutuhkan.
Sabda Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Tirmidzi menyebutkan:
“Tidak ada amal yang lebih dicintai Allah pada hari-hari ini selain berqurban.”
Pesan tersebut menjadi landasan spiritual sekaligus dorongan moral untuk menunaikan qurban dengan niat tulus dan manfaat yang meluas.
LAZISNU PWNU Lampung berkomitmen terus menjadi jembatan kebaikan bagi umat melalui penyaluran zakat, infaq, sedekah, dan qurban, dengan integritas dan tanggung jawab sebagai prinsip utama. (Septiano)


