Dutacendikia.id, Bandar Lampung – Dalam momentum menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Bandar Lampung menyelenggarakan kegiatan Pembelajaran Ibadah Qurban sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keislaman. Kegiatan ini dirancang bukan hanya sebagai pelaksanaan ritual keagamaan, tetapi juga sebagai wahana pembelajaran aplikatif yang sarat makna.
Kepala MIN 4 Bandar Lampung, Ahmad Firdaus, S.Pd.I, M.Pd, menjelaskan bahwa pelaksanaan ibadah qurban tahun ini menyatukan aspek pembelajaran teoritis dan praktik nyata, dengan tujuan menumbuhkan kesadaran spiritual dan sosial sejak usia dini.
“Ada dua pembelajaran utama dalam kegiatan ini. Pertama, pemahaman tentang ibadah qurban sesuai syariat Islam, termasuk waktu pelaksanaannya pada 10 hingga 13 Dzulhijjah. Kedua, siswa dilibatkan secara aktif melalui program menabung bersama yang berhasil mewujudkan pembelian seekor sapi untuk dikurbankan. Ini bentuk nyata dari pendidikan nilai, keikhlasan, dan kebersamaan,” terang Ahmad Firdaus.
Program menabung bersama yang digagas oleh MIN 4 Bandar Lampung tidak hanya membuahkan hasil secara materiil, tetapi juga menjadi refleksi kebersamaan dan semangat gotong royong yang tumbuh di lingkungan madrasah. Keterlibatan aktif para siswa, guru, dan orang tua menunjukkan bahwa pendidikan karakter tidak cukup hanya diajarkan, tetapi harus dialami secara langsung.
Momentum penyembelihan hewan qurban pun menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan. Kepala Madrasah menekankan bahwa ibadah qurban sejatinya lebih dari sekadar penyembelihan hewan, melainkan simbol untuk mengendalikan diri dari sifat-sifat tercela.
“Berqurban itu sejatinya memotong hawa nafsu, mengikis sifat angkuh, dan mengajarkan kerendahhatian. Daging yang dibagikan kepada yang membutuhkan adalah bentuk nyata dari kepedulian sosial yang perlu terus ditumbuhkan pada generasi muda kita,” ujar beliau.
Dengan menyelaraskan antara pembelajaran agama, pendidikan karakter, dan pengalaman sosial, MIN 4 Bandar Lampung membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi muslim yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual dan emosional.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya madrasah untuk menanamkan nilai keikhlasan, tanggung jawab, dan empati sosial dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, pendidikan berbasis nilai seperti ini menjadi sangat relevan dan mendesak. (Septiano)


