dutacendikia.id Bandar Lampung, — MTsN 2 Bandar Lampung memulai tahun ajaran baru dengan dua kegiatan strategis yang dirancang untuk membentuk karakter dan mentalitas peserta didik secara menyeluruh: Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) untuk siswa baru kelas VII, serta Bimbingan Mental (BINTAL) untuk siswa kelas VIII dan IX. Senin (14/07)
Berlangsung di lapangan upacara MTsN 2 Bandar Lampung, kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Madrasah, Bapak Nasron, S.Ag., M.M., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun generasi madrasah yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga kuat secara moral, mental, dan spiritual.
“MATSAMA adalah pintu pertama yang memperkenalkan siswa baru pada lingkungan madrasah. Sementara BINTAL menjadi ruang pembentukan kedisiplinan dan nilai kebangsaan bagi siswa yang akan melangkah lebih jauh. Dua kegiatan ini kami sinergikan sebagai satu ekosistem pembentukan karakter,” ujar beliau dengan tegas dan penuh optimisme.

514 siswa baru kelas VII mengikuti kegiatan MATSAMA yang akan berlangsung selama empat hari ke depan, dari 14 hingga 17 Juli 2025.
Tercatat, sebanyak 514 siswa baru kelas VII mengikuti kegiatan MATSAMA yang akan berlangsung selama empat hari ke depan, dari 14 hingga 17 Juli 2025. Dengan penuh semangat, para peserta diperkenalkan pada nilai-nilai inti madrasah, tata tertib, struktur organisasi, serta semangat kebersamaan sebagai bagian dari keluarga besar MTsN 2 Bandar Lampung.
Sementara itu, 922 siswa kelas VIII dan IX juga secara paralel mengikuti kegiatan BINTAL yang berfokus pada pembinaan mental dan kedisiplinan. Menariknya, kegiatan ini menggandeng mitra eksternal seperti POLSEK Sukarame dan Koramil Panjang untuk memberikan materi langsung tentang pembinaan hukum, tata tertib sosial, serta nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari siswa.
Kolaborasi ini memperlihatkan komitmen MTsN 2 Bandar Lampung dalam membangun jejaring yang luas demi memperkaya perspektif peserta didik. Bukan hanya belajar dari guru, tetapi juga dari figur publik dan institusi yang selama ini menjadi penjaga nilai-nilai kebangsaan di masyarakat.
Yang membedakan pelaksanaan tahun ini adalah pendekatan humanistik dan relasional dalam pendampingan siswa. Untuk MATSAMA, selain wali kelas, para siswa juga didampingi oleh “Kakak Damping” dari pengurus OSIM. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai fasilitator, tetapi sebagai jembatan sosial antara siswa baru dan lingkungan madrasah yang lebih luas.
Pendekatan ini memperlihatkan bahwa madrasah bukan sekadar institusi akademik, tetapi juga ruang aman untuk bertumbuh, mengenal diri, membangun relasi, dan menanamkan nilai-nilai kehidupan sejak dini.
“Kami ingin siswa merasa bahwa madrasah ini bukan tempat asing yang harus ditakuti, tetapi rumah kedua tempat mereka disambut, diarahkan, dan didengar,” ungkap salah satu pembimbing OSIM yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
MTsN 2 Bandar Lampung menempatkan kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi sebagai refleksi dari arah pendidikan madrasah yang progresif dan adaptif terhadap kebutuhan zaman. Di tengah tuntutan akademik yang tinggi, pembentukan karakter tetap menjadi napas utama madrasah sebagai institusi pendidikan Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

sinergi yang kuat antara guru, siswa senior, dan mitra eksternal.
Dengan sinergi yang kuat antara guru, siswa senior, dan mitra eksternal, MATSAMA dan BINTAL tahun ini diharapkan menjadi langkah awal bagi terwujudnya generasi madrasah yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh dalam moral, mental, dan spiritual.


