Agama Pendidikan Sekolah
Beranda / Sekolah / Perpustakaan MIN 5 Bandar Lampung Tampil sebagai Teladan Literasi Madrasah Ibtidaiyah

Perpustakaan MIN 5 Bandar Lampung Tampil sebagai Teladan Literasi Madrasah Ibtidaiyah

dutacendikia.id,Bandar Lampung – Di tengah kecenderungan institusi pendidikan dasar yang kerap mengabaikan peran strategis perpustakaan, MIN 5 Bandar Lampung justru tampil sebagai pengecualian yang membanggakan. Lembaga ini telah membuktikan bahwa perpustakaan bukan sekadar ruang penyimpanan buku, melainkan jantung budaya literasi yang dapat membentuk karakter dan daya pikir peserta didik sejak dini.

Perpustakaan di lingkungan madrasah ini mengalami transformasi menyeluruh. Dari ruang sederhana yang dahulu bersifat administratif, kini menjadi ekosistem literasi yang dikelola dengan penuh visi dan kesungguhan. Penataan ruang yang lapang dan estetis, koleksi bacaan yang relevan dan menarik, serta atmosfer yang nyaman menjadi fondasi utama perpustakaan ini sebagai ruang belajar alternatif yang efektif.

Berada di jantung lingkungan madrasah, perpustakaan MIN 5 Bandar Lampung kini menjelma menjadi ruang edukatif yang representatif dengan tata kelola ruangan yang nyaman, pencahayaan yang ramah mata, serta rak-rak buku yang tersusun rapi dan bersih. Bukan hanya tampil apik secara fisik, koleksi buku yang dimiliki juga memadai untuk memenuhi kebutuhan belajar sekaligus menumbuhkan minat baca sejak dini.

Namun, bukan itu saja yang membuat perpustakaan ini patut menjadi rujukan bagi perpustakaan MI lainnya. Ada program membaca terjadwal yang berjalan secara sistematis untuk seluruh siswa. Setiap kelas diberi waktu kunjungan secara bergantian, sehingga tercipta ekosistem literasi yang teratur dan berkesinambungan. Di sinilah perpustakaan berperan sebagai ruang belajar alternatif yang tidak kalah penting dari kelas formal.

Ibu Nadya Amalia Sholiha, penjaga perpustakaan MIN 5 Bandar Lampung

Lebih menarik lagi, keberhasilan pengelolaan perpustakaan ini tidak terlepas dari peran pustakawannya yang penuh dedikasi. Ibu Nadya Amalia Sholiha, selaku penjaga perpustakaan, dikenal ramah dan sabar dalam melayani para siswa. Ia tidak sekadar menjaga buku, tetapi juga menjaga semangat literasi anak-anak.

Tarisa Airia Dzie Izza Harumkan MTsN 2 Bandar Lampung, Diterima di SMA Kemala Taruna Bhayangkara

“Saya berharap perpustakaan ini bisa terus menambah koleksi buku-buku interaktif. Terutama untuk anak-anak kelas 1 dan 2 yang baru mulai mengenal dunia membaca. Buku-buku bergambar, dengan warna-warna cerah, sangat membantu mereka untuk tidak cepat bosan dan mulai mencintai membaca secara alami,” ujar Ibu Nadya kepada tim media saat ditemui di sela-sela jadwal kunjungan siswa.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh Ibu Dwi Indri Rahmawati, salah satu guru yang turut aktif dalam pengembangan literasi di MIN 5 Bandar Lampung.

“Anak-anak sekarang sangat visual. Jadi buku-buku interaktif itu penting untuk menumbuhkan ketertarikan awal mereka. Tapi bukan hanya itu. Saya kira, penting juga bagi kita untuk mulai memperkenalkan budaya membaca bukan sebagai kewajiban, tapi sebagai kebiasaan yang menyenangkan. Apalagi di usia dini, pengalaman pertama sangat menentukan,” ungkap Ibu Dwi dengan penuh semangat.

Dalam wawancara tersebut, Ibu Dwi juga menambahkan bahwa kehadiran perpustakaan yang nyaman dan bersahabat menjadi aset besar bagi madrasah. Tidak hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang eksplorasi, diskusi kecil, bahkan tempat berlindung dari hiruk pikuk kelasdan ruang yang aman bagi imajinasi dan rasa ingin tahu.(Septiano)

Kemenag Bandar Lampung Datangi Rumah Siswa MIN 12 Korban Banjir, Beri Santunan dan Semangat

Berita Populer






× Advertisement
× Advertisement