dutacendikia.id, Bandar Lampung – Halaman MIN 3 Bandar Lampung, Sabtu pagi (09/08), berubah menjadi ruang literasi terbuka. Ratusan siswa, guru, tenaga kependidikan, dan mahasiswa Program Pengalaman Lapangan (PPL) UIN Raden Intan Lampung duduk rapi, masing-masing dengan buku di tangan, dalam gelaran Gerakan Membaca Serentak yang diinisiasi oleh perpustakaan madrasah.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen MIN 3 Bandar Lampung dalam membentuk budaya membaca sejak dini. Tidak hanya sekadar membaca bersama, seluruh rangkaian acara dikemas dengan sentuhan edukatif dan inspiratif, menumbuhkan rasa bangga akan identitas madrasah sebagai pusat pembelajaran yang progresif.
Kepala MIN 3 Bandar Lampung, M. Itsnaini, S.Pd.I., M.Pd.I., membuka acara dengan pesan mendalam tentang pentingnya literasi. “Gerakan membaca seperti ini adalah investasi jangka panjang. Kita menanamkan kecintaan pada ilmu, membangun karakter, dan mempersiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Selepas pembukaan, para guru dan kepala madrasah memberi teladan dengan membaca buku secara langsung, lalu menyampaikan ringkasan isinya di hadapan peserta. Langkah ini menegaskan bahwa literasi tumbuh subur ketika ditopang oleh contoh nyata dari pendidik.
Kegiatan dilanjutkan dengan story telling dalam bahasa Inggris dan bahasa Arab, dibawakan oleh guru dan mahasiswa PPL. Penampilan tersebut menghadirkan suasana interaktif, memperluas wawasan bahasa, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri siswa.
Di bawah koordinasi wali kelas, pengelola perpustakaan, dan mahasiswa PPL, para siswa tenggelam dalam bacaan mereka. Suasana hening, hanya diwarnai suara lembaran buku yang dibalik, menjadi potret indah bagaimana halaman madrasah dapat menjadi taman pengetahuan yang hidup.
Gerakan Membaca Serentak di MIN 3 Bandar Lampung membuktikan bahwa literasi dapat dihidupkan dengan cara yang sederhana namun bermakna. Lebih dari sekadar kegiatan sekolah, inisiatif ini menjadi inspirasi bagi masyarakat bahwa madrasah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga pusat penggerak budaya baca yang berkelanjutan.


