dutacendikia.id, Bandar Lampung – Pagi itu, udara di halaman MIN 9 Bandar Lampung terasa segar, bercampur aroma khas seragam yang baru disetrika dan suara tawa riang anak-anak. Senin (11/08) menjadi hari yang istimewa, bukan hanya bagi para siswa, tetapi juga bagi guru dan orang tua yang menyaksikan momen berharga: hari di mana madrasah dan layanan kesehatan bergandengan tangan demi masa depan anak-anak.
Sejak pukul tujuh, kursi-kursi sudah tersusun rapi di aula. Tim medis dari UPT Puskesmas Gedong Air menyambut setiap siswa dengan senyum hangat. Tidak ada rasa tegang di wajah mereka; justru rasa penasaran yang terlihat. Beberapa siswa kelas 1 berbisik-bisik, menanyakan “rasanya disuntik” kepada teman yang sudah pernah. Sementara itu, para guru dengan sabar menenangkan dan memotivasi, seperti orang tua kedua di sekolah.

Kolaborasi dengan Puskesmas ini adalah bentuk nyata bahwa pendidikan dan kesehatan adalah dua hal yang berjalan beriringan
Kegiatan dimulai dengan vaksinasi Measles-Rubella (MR) untuk 90 siswa kelas 1. Satu per satu mereka maju, duduk di kursi suntik, dan pulang dengan stiker kecil di lengan sebagai “lencana keberanian”. Tidak ada tangis, hanya senyum lega—hasil dari pendekatan lembut guru dan tim medis.
Di ruang sebelah, siswi kelas 5 mengikuti vaksinasi HPV, langkah penting mencegah kanker leher rahim. Mungkin mereka belum sepenuhnya memahami arti vaksin ini, tetapi suatu hari nanti mereka akan mengingat bahwa di usia 11 atau 12 tahun, madrasah mereka sudah menanam benih perlindungan kesehatan untuk masa depan.
Pemeriksaan kesehatan gratis pun berlangsung meriah. Dari pengecekan mata, gigi, gizi, tekanan darah, hingga kebugaran, semua dilakukan dengan suasana penuh canda. Guru-guru mendampingi, memastikan setiap anak mendapatkan giliran dan merasa dihargai.
Bagi Kepala Madrasah dan para guru, kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin. Ini adalah bentuk kasih sayang, cara madrasah menjaga titipan orang tua dengan sepenuh hati. “Kami ingin anak-anak belajar di lingkungan yang sehat, kuat, dan bahagia. Pendidikan tidak hanya di buku, tetapi juga di tubuh dan jiwa yang sehat,” ujar salah seorang guru dengan mata berbinar.
Kepala UPT Puskesmas Gedong Air, dr. Titin Agustin, yang turut hadir, menyampaikan rasa terima kasihnya. “Madrasah ini memberikan teladan bahwa sekolah dapat menjadi pusat edukasi kesehatan yang efektif. Dukungan seperti ini yang membuat program pemerintah berjalan optimal,” ungkapnya.
Hari itu berakhir dengan wajah-wajah kecil yang pulang membawa cerita—tentang jarum suntik yang ternyata tidak seseram yang dibayangkan, tentang guru yang selalu ada untuk mereka, dan tentang madrasah yang peduli bukan hanya pada nilai, tetapi juga pada kesehatan.
MIN 9 Bandar Lampung telah menunjukkan bahwa membentuk generasi tangguh tidak bisa setengah hati. Butuh kerja sama, kepedulian, dan cinta yang tulus. Dan di hari itu, semua elemen itu hadir—menjadikan madrasah ini bukan hanya tempat belajar, tetapi rumah kedua yang menjaga, melindungi, dan membesarkan masa depan bangsa.(Septiano)


