dutacendikia.id, Bandar Lampung – Suasana pagi di MIN 9 Bandarlampung, Rabu (26/11/2025), diawali dengan pelaksanaan Sholat Dhuha berjamaah yang diikuti siswa kelas I, V, dan VI. Kegiatan yang berlangsung di musala madrasah itu menjadi bagian dari penguatan Dimensi P5-PPRA, khususnya nilai Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta Berkeadaban.
Sejak pukul pagi, para siswa sudah berbaris rapi memasuki area ibadah. Guru dan staf madrasah mendampingi jalannya kegiatan, memastikan setiap peserta memahami tata cara dan adab Sholat Dhuha. Pemandangan khusyuk tampak ketika saf-saf tersusun penuh, menggambarkan antusias para siswa dalam melaksanakan ibadah sunnah ini.
Pelaksanaan Sholat Dhuha sebelum kegiatan belajar mengajar telah menjadi pembiasaan yang terus dikuatkan di MIN 9 Bandarlampung. Tradisi ini tidak hanya menanamkan kedisiplinan spiritual, tetapi juga mengarahkan siswa pada sikap tanggung jawab, ketenangan diri, dan kesiapan belajar yang lebih baik. Guru pendamping menyampaikan bahwa pembiasaan ini memberi dampak positif pada perilaku dan konsentrasi siswa selama KBM berlangsung.
Kepala MIN 9 Bandarlampung, Evi Linawati, S.Ag., M.M.Pd., memberikan apresiasi atas konsistensi seluruh warga madrasah dalam menjaga budaya religius. Ia menegaskan bahwa kegiatan keagamaan seperti ini merupakan bagian dari karakter dasar yang ingin ditanamkan kepada seluruh peserta didik. “Pembiasaan ibadah menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi madrasah yang berakhlak, santun, dan dekat dengan Al-Qur’an. Kami ingin nilai-nilai P5-PPRA benar-benar hidup dan dirasakan oleh siswa setiap hari,” ujarnya.
Sepanjang kegiatan, para guru terlihat aktif membimbing siswa—mulai dari penyusunan saf, ketertiban berwudu, hingga memastikan mereka mengikuti rangkaian ibadah dengan benar. Pendekatan edukatif yang humanis ini menjadi ciri khas pembinaan karakter di MIN 9 Bandarlampung.
Di akhir kegiatan, siswa kembali ke ruang kelas dengan suasana hati lebih tenang dan siap mengikuti pembelajaran. Pembiasaan Sholat Dhuha ini diharapkan terus menumbuhkan rasa syukur, kedisiplinan, serta karakter Qurani yang menjadi ciri utama peserta didik madrasah. (Septiano/Humas)


