dutacendikia.id, Bandar Lampung – MIN 9 Bandar Lampung menggelar kegiatan pembinaan Moderasi Beragama bagi peserta didik pada Jumat, 28 November 2025. Kegiatan ini mengangkat tema “Menghormati Toleransi dan Menghargai Perbedaan Sejak Dini”, sebagai upaya memperkuat karakter peserta didik dalam mempraktikkan nilai-nilai keberagamaan yang ramah, inklusif, dan menghargai keberagaman.
Kegiatan berlangsung di ruang kelas madrasah dengan suasana edukatif dan interaktif. Para siswa terlihat antusias mengikuti pemaparan materi yang disampaikan guru pembina, mulai dari definisi moderasi beragama, contoh keseharian yang mencerminkan sikap toleran, hingga pentingnya memahami perbedaan sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.
Kepala MIN 9 Bandar Lampung, Evi Linawati, S.Ag., M.M.Pd., turut hadir memberikan penguatan. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa moderasi beragama bukan sekadar konsep, tetapi harus tercermin dalam perilaku peserta didik dalam pergaulan sehari-hari. “Sebagai generasi muda, kalian harus belajar saling menghormati, menjaga tutur kata, serta memahami bahwa perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk memperkaya kehidupan,” ujar Evi Linawati dengan penuh penekanan.
Peserta didik juga diajak berdialog, menyampaikan pendapat, dan merespons contoh-contoh kasus sederhana yang berkaitan dengan toleransi di lingkungan sekolah. Metode penyampaian yang komunikatif membuat suasana kelas lebih hidup, sehingga siswa dapat memahami materi secara kontekstual dan aplikatif.
Menurut para guru pendamping, kegiatan ini penting untuk memperkuat pemahaman keagamaan peserta didik agar tetap moderat, seimbang, dan bebas dari sikap ekstrem. Pembinaan seperti ini juga selaras dengan program Kementerian Agama yang mendorong penguatan moderasi beragama di satuan pendidikan.
Kegiatan diakhiri dengan refleksi bersama tentang pentingnya menjaga kerukunan, menghargai teman, serta menerapkan nilai toleransi dalam tindakan nyata di madrasah maupun di lingkungan masyarakat. Melalui program ini, MIN 9 Bandar Lampung menegaskan komitmennya membentuk peserta didik yang berkarakter Qurani, berakhlak mulia, dan siap menjadi generasi yang mencintai perdamaian. (Septiano/Humas)


