dutacendikia.id, Bandar Lampung – Ruang kelas MIN 5 Bandar Lampung pada Sabtu (29/11) dipenuhi suasana antusias ketika seluruh dewan guru dan staf mengikuti diseminasi Transformasi Administrasi dan Komunikasi Digital. Kegiatan ini menjadi langkah penting madrasah dalam memperkuat layanan publik melalui pemanfaatan teknologi yang lebih sistematis dan terintegrasi.

Diseminasi ini merupakan tindak lanjut dari workshop yang sebelumnya diikuti oleh Ibu Endang Lastriana, Ibu Dwi Indri Rahmawati, dan Badrul Munir pada 24 November 2025 di Aula MAN 1 Bandar Lampung. Workshop tersebut diselenggarakan oleh Loka Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan (LPK) Bandar Lampung dengan menghadirkan Widyaiswara, Ibu Sri Sunarti, M.Pd., serta Ibu Ferunika, S.E., M.Si. Materi yang diterima pada workshop itu kini dibagikan kembali secara langsung kepada seluruh guru dan staf melalui sesi praktik di madrasah.

Para guru dan staf MIN 5 Bandar Lampung mengikuti pemaparan materi administrasi digital di ruang kelas.

Kegiatan dimulai dengan pengenalan dasar-dasar administrasi digital. Para peserta diajak memahami perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), mulai dari sejarah, komponen, manfaat, hingga tantangan dan dampaknya dalam dunia pendidikan. Pemaparan ini membuka ruang diskusi mengenai bagaimana teknologi dapat menjadi alat bantu sekaligus tantangan dalam tata kelola pendidikan modern.

Pada sesi berikutnya, peserta mendalami konsep komunikasi digital sebagai proses pertukaran informasi melalui media elektronik tanpa pertemuan fisik. Materi ini menekankan pentingnya aksesibilitas dan efektivitas komunikasi antaranggota tim, terutama dalam lingkungan madrasah yang dinamis dan membutuhkan koordinasi cepat serta terstruktur.

Para guru dan staf kemudian melakukan praktik langsung menggunakan dua platform kolaborasi, yaitu Slack dan Microsoft Teams. Kedua aplikasi ini memfasilitasi komunikasi, berbagi dokumen, hingga pengelolaan proyek dalam satu ruang kerja terpadu. Melalui simulasi kasus, peserta mencoba mengelola pesan, kanal diskusi, hingga berbagi berkas untuk kebutuhan administrasi harian.

Tarisa Airia Dzie Izza Harumkan MTsN 2 Bandar Lampung, Diterima di SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Peserta melakukan praktik penggunaan platform kolaborasi digital dengan bimbingan pemateri.

Sesi selanjutnya menjadi bagian yang paling menarik, yaitu praktik penggunaan Simulator Dashboard Administrasi dan Komunikasi Digital berbasis AI. Para peserta mencoba beberapa fitur yang dapat membantu pembuatan perangkat pembelajaran serta administrasi madrasah, seperti Funblocks Brainstorm, Logical Treatment, ChatGPT, AiDSS (Decision Support System), dan Smart ASN. Setiap guru berlatih menyusun alur kerja digital yang lebih efisien sesuai kebutuhan masing-masing.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas guru dan staf dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung layanan pendidikan yang cepat, transparan, dan efektif. Dengan pemahaman dan keterampilan yang terus ditingkatkan, MIN 5 Bandar Lampung berkomitmen menjadi madrasah yang siap menghadapi tantangan digital sekaligus memberikan layanan terbaik bagi peserta didik dan masyarakat. (Septiano/Humas)

 

× Advertisement
× Advertisement