dutacendikia.id, Bandar Lampung – Sejumlah Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di Kota Bandar Lampung menghadiri kegiatan Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, 1 Februari 2026, bertempat di Hotel Begadang Bandara, Bandar Lampung.
Pembinaan ASN tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil Kamruddin Amin, M.A., dan diikuti oleh unsur pimpinan Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, kepala kantor Kemenag kabupaten/kota, kepala madrasah, serta pejabat dan pemangku kepentingan terkait di lingkungan Kementerian Agama.
Berdasarkan pantauan di lokasi kegiatan, beberapa kepala MIN Kota Bandar Lampung tampak hadir mengikuti rangkaian pembinaan. Mereka antara lain Hizbuddin Burmelli, S.Pd., M.M. selaku Kepala MIN 1 Bandar Lampung, Muhammad Itsnaini, S.Pd.I., M.Pd.I. Kepala MIN 3 Bandar Lampung, Ahmad Firdaus, S.Pd.I., M.Pd. Kepala MIN 4 Bandar Lampung, serta H. Untung Pribadi, M.Pd.I. Kepala MIN 2 Bandar Lampung.
Kegiatan pembinaan ini diikuti oleh total 87 peserta dari berbagai unsur, sebagaimana tercantum dalam daftar undangan resmi. Peserta terdiri atas jajaran Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, kepala satuan kerja pendidikan, serta pimpinan lembaga dan organisasi profesi yang berada di bawah koordinasi Kementerian Agama.
Pelaksanaan pembinaan dimulai pada pukul 11.30 WIB dan berlangsung hingga selesai. Seluruh peserta hadir dengan mengenakan pakaian batik sesuai ketentuan undangan. Suasana kegiatan berlangsung tertib dan formal, mencerminkan karakter pembinaan ASN yang menekankan kedisiplinan, etika birokrasi, serta tanggung jawab jabatan.
Kehadiran para kepala MIN Kota Bandar Lampung dalam kegiatan ini menegaskan komitmen madrasah ibtidaiyah negeri untuk terus meningkatkan kualitas kepemimpinan dan tata kelola kelembagaan. Pembinaan ASN menjadi ruang penting bagi pimpinan madrasah untuk memperkuat peran strategisnya dalam membangun budaya kerja profesional serta mendukung terwujudnya pendidikan madrasah yang berkarakter Qurani, disiplin, dan berprestasi. (Septiano/Humas)


