Dutacendikia.id, Bandar Lampung — Program inovatif Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Korpri Kecamatan Sukarame resmi memulai penyaluran perdana di MTsN 2 Bandar Lampung, Selasa (10/06). Program ini akan dilaksanakan lima kali dalam sepekan hingga berakhirnya kegiatan belajar semester ini, menjelang libur sekolah.
Kegiatan ini merupakan langkah konkret untuk mendukung pemenuhan gizi peserta didik, khususnya di jenjang pendidikan menengah pertama, serta mendukung upaya peningkatan konsentrasi dan prestasi belajar siswa.
Sebanyak 927 paket makanan bergizi diserahkan secara simbolis oleh perwakilan Dapur MBG Korpri Kecamatan Sukarame, Rizki Ma’ruf, kepada Kepala MTsN 2 Bandar Lampung, Nasron, S.Ag., di halaman madrasah yang turut disaksikan oleh jajaran dewan guru dan perwakilan siswa.
“Kami sangat mengapresiasi program Dapur MBG Korpri Sukarame ini. Ini adalah langkah nyata dalam mendukung kesehatan serta konsentrasi belajar anak-anak kami,” ujar Nasron dalam sambutannya.

Dapur MBG Korpri Sukarame Salurkan Makanan Bergizi Gratis Perdana di MTsN 2 Bandar Lampung
Usai penyerahan simbolis, paket makanan tersebut langsung didistribusikan kepada siswa kelas VII dan VIII. Para siswa tampak antusias menyambut bantuan tersebut.
Program Dapur MBG tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, namun juga diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia di Bandar Lampung, khususnya di Kecamatan Sukarame. Setiap paket makanan yang dibagikan telah dirancang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian siswa.
“Senang sekali dapat makanan gratis yang enak dan bergizi. Semoga makin semangat belajarnya!” ujar salah satu siswi kelas VII usai menerima paket makanan.
Pihak penyelenggara berharap program ini dapat terus diperluas cakupannya ke lebih banyak satuan pendidikan di wilayah Sukarame.
Dapur MBG Korpri Kecamatan Sukarame menegaskan komitmennya untuk melanjutkan penyaluran bantuan secara berkelanjutan. Dengan menggandeng berbagai pihak, program ini diharapkan dapat memastikan akses gizi yang merata bagi peserta didik, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pendekatan holistik, yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga kesehatan fisik dan kesejahteraan siswa.


