dutacendikia.id, Lampung – Pengurus LAZISNU PWNU Lampung melakukan silaturahmi dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Dr. H. Zulkarnaen, S.Ag., M.Hum., pada Senin (9/3/2026). Pertemuan yang berlangsung pukul 10.00 WIB di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung tersebut berlangsung dalam suasana khidmat di bulan suci Ramadhan.
Dalam pertemuan tersebut, pengurus LAZISNU PWNU Lampung menyampaikan sejumlah agenda yang berkaitan dengan penguatan kerja sama kelembagaan. Salah satu topik utama yang dibahas adalah langkah pemetaan jaringan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (JPZIS) di berbagai wilayah di Provinsi Lampung.
Selain itu, pembahasan juga mencakup rencana program sosial kemanusiaan yang akan dijalankan oleh LAZISNU bersama berbagai elemen masyarakat. Program tersebut diharapkan dapat memperluas manfaat lembaga zakat bagi masyarakat, khususnya dalam membantu kelompok yang membutuhkan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Dr. H. Zulkarnaen, S.Ag., M.Hum., dalam kesempatan tersebut menyampaikan sejumlah motivasi kepada pengurus LAZISNU PWNU Lampung. Ia mendorong agar LAZISNU memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, seperti pondok pesantren, takmir masjid, serta lembaga pendidikan termasuk madrasah, untuk membangun jaringan penghimpunan zakat yang lebih luas.
Menurutnya, kolaborasi tersebut penting agar keberadaan lembaga amil zakat dapat dirasakan manfaatnya secara lebih luas oleh masyarakat di Provinsi Lampung. Melalui jaringan yang terbangun dengan baik, potensi zakat, infak, dan sedekah di daerah dapat dikelola secara lebih terarah dan berdampak.
Sekretaris Wilayah LAZISNU PWNU Lampung, Ahmad Sofwan, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut memberikan motivasi bagi pengurus untuk terus memperkuat gerakan sosial berbasis zakat di tengah masyarakat. Ia juga menilai dukungan dari Kanwil Kemenag Lampung menjadi dorongan penting bagi pengembangan program LAZISNU ke depan.
Ahmad Sofwan menambahkan, salah satu fokus yang akan diperkuat adalah mendorong partisipasi kalangan madrasah, khususnya para pendidik, untuk menanamkan nilai kepedulian sosial kepada peserta didik melalui program-program LAZISNU. Selain itu, keberadaan lembaga zakat yang memiliki legalitas resmi diharapkan mampu mengurangi stigma negatif di masyarakat terkait pengumpulan dana sosial, karena pengelolaannya telah diatur sesuai regulasi yang berlaku.
Silaturahmi tersebut diakhiri dengan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antara LAZISNU PWNU Lampung dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung dalam pengembangan program zakat, infak, sedekah, serta kegiatan sosial kemanusiaan di daerah. (Septiano)


