Agama Pendidikan Sekolah
Beranda / Sekolah / Langkah Bertahap MIN 11 Bandar Lampung Hidupkan Perpustakaan sebagai Ruang Ilmu

Langkah Bertahap MIN 11 Bandar Lampung Hidupkan Perpustakaan sebagai Ruang Ilmu

Perpustakaan MIN 11 yang saat dalam tahap awal revitalisasi.

dutacendikia.id, Bandar Lampung — Di tengah derasnya era digital dan menurunnya minat baca anak, MIN 11 Bandar Lampung mengambil arah yang tidak biasa yaitu memperkuat kembali fungsi perpustakaan sebagai ruang tumbuh siswa. Meski belum ditunjang fasilitas modern, ruang baca di madrasah ini mulai ditata ulang, perlahan tapi pasti, agar lebih nyaman dan fungsional.

Rak-rak besi yang mulai tersusun, buku-buku yang dikelompokkan ulang, dan sesi baca yang kembali dihidupkan, menjadi pertanda bahwa perpustakaan ini bukan sekadar ruang penyimpanan buku—melainkan ruang strategis dalam pendidikan karakter dan literasi anak madrasah.

Saat ditemui oleh tim media, Kepala MIN 11 Bandar Lampung, H. Agustami, S.Pd.I, menyampaikan bahwa penataan perpustakaan dilakukan bukan sebagai program sekali jadi, tetapi sebagai proses jangka panjang yang terus diperbaiki.

“Kami memang tidak mengubah semuanya dalam satu waktu. Tapi secara bertahap, kami terus menata dan memperbaiki perpustakaan ini agar lebih hidup dan mendukung budaya belajar siswa,” ujar beliau.

“Target kami bukan sekadar memperindah ruang, tapi menghidupkan kembali semangat membaca. Anak-anak harus merasa bahwa buku bukan kewajiban, tapi jendela ilmu yang menyenangkan,” tambahnya.

Tarisa Airia Dzie Izza Harumkan MTsN 2 Bandar Lampung, Diterima di SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Dengan pendekatan yang sederhana namun konsisten, para guru mulai menghadirkan sesi membaca rutin di jam istirahat, diskusi ringan setelah membaca, serta pemilihan buku sesuai minat siswa. Perpustakaan juga dibuka lebih fleksibel agar anak-anak bisa datang tidak hanya saat jam pelajaran.

“Kami tidak membuat membaca terasa seperti beban. Yang penting bagi kami adalah anak-anak datang ke perpustakaan bukan karena disuruh, tapi karena mereka merasa nyaman dan penasaran,” ungkap, guru pendamping literasi.

Perpustakaan MIN 11 Bandar Lampung saat ini memang masih dalam tahap awal revitalisasi. Namun, madrasah tidak menunggu fasilitas mewah untuk bergerak. Justru dari kesederhanaan inilah lahir kesungguhan dalam membentuk ekosistem literasi yang sehat.

Di sebuah madrasah yang tak menunggu sempurna untuk mulai melangkah, ruang baca yang dulu sunyi kini perlahan menjadi ruang lahirnya daya pikir, tempat benih kecintaan terhadap ilmu ditanam dan dirawat. Bukan lewat kemewahan, tapi lewat ketekunan yang jujur. Dan dari ketekunan itulah perpustakaan MIN 11 Bandar Lampung tak lagi sekadar tempat menyimpan buku, melainkan ruang di mana masa depan diam-diam sedang ditulis oleh tangan-tangan kecil yang membaca dengan hati.

Kemenag Bandar Lampung Datangi Rumah Siswa MIN 12 Korban Banjir, Beri Santunan dan Semangat

Berita Populer






× Advertisement
× Advertisement