dutacendikia.id, Bandar Lampung – MIN 11 Bandar Lampung menyosialisasikan program Madrasah Digital Supervision (MAGIS) dan Sahabat Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) kepada guru dan tenaga kependidikan, Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat mutu pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi digital sekaligus membangun lingkungan pendidikan yang mengedepankan kasih sayang.
Sosialisasi yang berlangsung di lingkungan MIN 11 Bandar Lampung tersebut diikuti oleh para guru dan tenaga kependidikan. Kepala MIN 11 Bandar Lampung, H. Agustami, S.Pd.I., memimpin kegiatan bersama Nurma Yunita, M.Pd., yang bertindak sebagai narasumber.
Dua program yang diperkenalkan membawa fokus berbeda, tetapi saling melengkapi. MAGIS diarahkan pada penguatan supervisi pendidikan berbasis digital, sedangkan Sahabat KBC menitikberatkan penerapan nilai-nilai cinta dan kepedulian dalam proses pembelajaran serta interaksi sehari-hari di lingkungan madrasah.
Melalui MAGIS, pelaksanaan supervisi diharapkan dapat berjalan lebih terstruktur dengan dukungan teknologi. Sistem digital memungkinkan proses pemantauan dan evaluasi kinerja guru dilakukan secara lebih tertata, sekaligus mendukung pemberian umpan balik sebagai bahan perbaikan pembelajaran. Pemanfaatannya perlu diarahkan pada pembinaan profesional yang berkelanjutan, bukan semata-mata pemenuhan administrasi.
Sementara itu, Sahabat KBC mendorong guru dan tenaga kependidikan membangun hubungan yang lebih dekat dengan peserta didik melalui pendekatan yang penuh empati. Guru diharapkan mampu memahami kebutuhan dan karakter setiap anak, menghargai perbedaan, serta menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan.
Pendekatan tersebut menempatkan pembentukan karakter sebagai bagian penting dari proses pendidikan. Penguasaan materi pelajaran dan kecakapan menggunakan teknologi perlu berjalan seiring dengan keteladanan, sikap saling menghormati, serta kepedulian terhadap perkembangan peserta didik.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan guru dan tenaga kependidikan yang mengikuti pemaparan materi di ruang kegiatan. Dokumentasi kegiatan memperlihatkan para peserta menyimak materi dan mencatat informasi yang disampaikan. Kegiatan ini menjadi ruang pengenalan bagi warga madrasah untuk memahami arah penerapan kedua program tersebut.
Sosialisasi MAGIS dan Sahabat KBC diharapkan menjadi langkah awal bagi MIN 11 Bandar Lampung untuk memperkuat kualitas tata kelola pembelajaran sekaligus menumbuhkan budaya pendidikan yang humanis. Keberhasilan penerapannya akan bergantung pada konsistensi pelaksanaan, kesiapan pendidik, serta komitmen bersama dalam menjadikan hasil evaluasi sebagai dasar perbaikan.
Bagi madrasah, kemajuan pendidikan tidak cukup diukur dari kemampuan mengikuti perkembangan teknologi. Mutu pembelajaran juga tercermin dari cara guru mendampingi peserta didik, menanamkan akhlak, dan memberi ruang bagi setiap anak untuk berkembang. Melalui penguatan supervisi digital dan Kurikulum Berbasis Cinta, MIN 11 Bandar Lampung diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kecakapan, karakter, dan nilai-nilai Qurani dalam pendidikan. (Septiano/Humas)


