dutacendikia.id, Bandar Lampung – Suasana berbeda tampak di halaman Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 12 Bandar Lampung pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Sejak pagi, keceriaan siswa, guru, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) UIN Raden Intan Lampung menyatu dalam rangkaian lomba yang penuh semangat kebersamaan.
Bendera merah putih berkibar gagah di halaman madrasah, sementara sorak-sorai siswa mewarnai setiap jalannya perlombaan. Dengan kreativitas, para mahasiswa KKN dan PPL menghadirkan berbagai permainan estafet yang unik. Mulai dari lomba balon, lomba karung, hingga tarik tambang, seluruhnya dirancang tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran sportivitas, kerja sama, dan ketangkasan.
Tidak hanya anak-anak yang larut dalam

Keseruan lomba tarik tambang di halaman MIN 12 Bandar Lampung, mempererat semangat kebersamaan antar siswa.
kegembiraan, para guru, orang tua, hingga mahasiswa ikut serta memeriahkan acara. Lomba menghias kelas bertema kemerdekaan menampilkan karya seni sederhana namun sarat makna, sementara lomba tumpeng menghadirkan kreasi kuliner penuh filosofi. Aroma masakan tradisional bercampur dengan nuansa patriotisme, menciptakan atmosfer perayaan yang hangat.
Pada sore hari, halaman madrasah berubah menjadi panggung hiburan. Lomba karaoke menampilkan suara-suara merdu para guru dan wali murid, disusul fashion show bertema merah putih yang kreatif dan penuh gaya. Kostum unik berbahan sederhana seperti koran bekas, plastik, hingga kain perca, membuktikan bahwa semangat peringatan kemerdekaan dapat diwujudkan dengan kreativitas tanpa batas.
Kepala MIN 12 Bandar Lampung, Hj. Rahmawati, S.Ag., M.M.Pd., menegaskan bahwa perayaan ini bukan semata-mata ajang hiburan, melainkan juga sarana pembelajaran bagi siswa. “Melalui kegiatan ini anak-anak belajar arti kebersamaan, sportivitas, dan rasa cinta tanah air. Semoga semangat ini dapat terus terjaga, tidak hanya pada momen 17 Agustus, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari di madrasah,” ujarnya.
Senada dengan itu, Koordinator Kelompok KKN UIN Raden Intan Lampung, Deni Mubarok, menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat. “Kami ingin kehadiran KKN tidak sekadar formalitas, tetapi benar-benar memberi warna bagi siswa. Melalui lomba dan kreativitas bersama, anak-anak belajar makna merdeka dengan cara yang menyenangkan. Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi kenangan indah sekaligus motivasi belajar bagi mereka,” ungkapnya.
Momentum ini menjadi bukti bahwa MIN 12 Bandar Lampung bukan hanya tempat belajar formal, tetapi juga ruang untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, membangun solidaritas, serta mempererat hubungan antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Perayaan kemerdekaan tahun ini meninggalkan kesan mendalam: kemerdekaan tidak hanya dirayakan, tetapi juga dihidupi dengan semangat gotong royong, kreativitas, dan rasa syukur. (Septiano)


