dutacendikia.id, Bandar Lampung – Sorakan penonton dan tepuk tangan meriah memenuhi lapangan tempat digelarnya Lomba Kreasi Baris Berbaris (LKBB) Sirius Star Se-Provinsi Lampung Tingkat SMP/MTs pada Minggu, 14 September 2025. Derap langkah para peserta terdengar mantap, formasi barisan tampak rapi, dan semangat juang terlihat jelas dari setiap kontingen yang tampil. Dari sekian peserta yang berasal dari berbagai sekolah, ada satu yang cukup mencuri perhatian: Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Bandar Lampung.
Keikutsertaan MIN 3 Bandar Lampung bukan sekadar mengirim tim untuk ikut serta. Mereka hadir sebagai satu-satunya madrasah ibtidaiyah negeri yang berkompetisi di tengah dominasi peserta SMP dan MTs. Posisi itu membuat mereka tampil istimewa. Bukan karena status “paling muda” di antara yang lain, melainkan karena keberanian untuk menunjukkan bahwa anak-anak madrasah ibtidaiyah juga mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Meski menghadapi lawan dengan usia yang lebih senior, tim MIN 3 tampil percaya diri. Formasi gerakan dijalankan dengan penuh disiplin, semangat tidak kendur meski cuaca panas, dan kekompakan tetap terjaga hingga akhir penampilan. Dukungan dari suporter yang terus bersorak membuat suasana semakin semarak, seolah memberikan energi tambahan bagi tim di lapangan.
Kerja keras itu akhirnya terbayar. Dalam pengumuman pemenang, nama MIN 3 Bandar Lampung dipanggil tidak hanya sekali. Mereka berhasil meraih Juara 1 Best Suporter, Juara 2 Best Sponsorship, serta Juara 3 Purwa Ketiga. Piala demi piala diterima dengan wajah gembira dan tepuk tangan yang membahana. Sorak kegembiraan bercampur haru mewarnai kemenangan tersebut, terutama bagi para siswa yang baru pertama kali merasakan atmosfer kompetisi sebesar ini.
Pelatih tim, Kak Indra, menjadi sosok yang mendapat banyak ucapan terima kasih. Selama berminggu-minggu, ia mendampingi anak-anak berlatih, mengajarkan kedisiplinan, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri. “Anak-anak sudah berusaha maksimal, dan hasil ini menjadi bukti bahwa mereka mampu bersaing dengan percaya diri di tingkat provinsi. Kemenangan ini bukan hanya soal piala, tetapi juga tentang keberanian mereka untuk tampil di level yang lebih tinggi,” ujarnya seusai lomba.

Kepala madrasah, dewan guru, pelatih, dan peserta didik berpose bersama piala penghargaan usai lomba.
Kepala MIN 3 Bandar Lampung, M. Itsnaini, S.Pd.I., M.Pd.I., juga memberikan apresiasi tinggi. Baginya, keikutsertaan di ajang LKBB memiliki makna lebih dari sekadar perlombaan. “Alhamdulillah, capaian ini adalah hasil dari kerja sama, kedisiplinan, dan kebersamaan seluruh keluarga besar MIN 3 Bandar Lampung. Kami bangga menjadi satu-satunya MIN yang ikut serta dan bahkan mampu meraih juara. Semoga pengalaman ini menjadi motivasi bagi siswa untuk terus disiplin, bertanggung jawab, dan mencintai tanah air,” ungkapnya.
Selain siswa dan pelatih, keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan guru serta orang tua. Mereka ikut terlibat sejak tahap persiapan, baik dalam mendampingi latihan maupun memberikan semangat di luar lapangan. Suporter yang terdiri dari guru, orang tua, dan teman-teman sekolah juga menjadi salah satu kunci kemenangan. Tidak berlebihan jika penghargaan Best Suporter jatuh ke tangan MIN 3, karena semangat dukungan mereka terdengar sejak awal hingga akhir lomba.
Bagi para siswa, pengalaman ini tentu akan menjadi bagian penting dari perjalanan mereka. Lebih dari sekadar baris-berbaris, mereka belajar arti disiplin, kebersamaan, dan sportivitas. Mereka juga belajar bagaimana menghadapi kompetisi dengan kepala tegak, meski lawan berasal dari jenjang yang lebih tinggi. Nilai-nilai itulah yang membuat lomba ini memberi pelajaran berharga bagi tumbuh kembang karakter mereka.
Prestasi ini sekaligus mempertegas citra MIN 3 Bandar Lampung sebagai madrasah yang konsisten dalam membina siswa, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga non-akademik. Kegiatan ekstrakurikuler seperti LKBB membuktikan bahwa madrasah mampu menjadi wadah pembentukan karakter sekaligus sarana untuk mengembangkan bakat.
Kini, deretan piala yang dibawa pulang menjadi bukti kerja keras bersama. Namun lebih dari itu, kemenangan ini menjadi penanda bahwa madrasah ibtidaiyah tidak bisa dipandang sebelah mata. Keberhasilan MIN 3 Bandar Lampung menjadi inspirasi bahwa semangat dan disiplin mampu mengalahkan batasan jenjang, sekaligus mengangkat nama madrasah ke tingkat yang lebih tinggi. (Septiano/Humas)


