Agama Pendidikan Sekolah
Beranda / Sekolah / MIN 9 Bandarlampung Hadirkan Tradisi Kultum Pagi sebagai Fondasi Adab dan Keilmuan

MIN 9 Bandarlampung Hadirkan Tradisi Kultum Pagi sebagai Fondasi Adab dan Keilmuan

Peserta didik MIN 9 Bandarlampung menyampaikan kultum pagi di halaman madrasah sebelum dimulainya kegiatan belajar mengajar.

dutacendikia.id, Bandar Lampung – Suasana pagi di MIN 9 Bandarlampung tampak hidup dengan kegiatan kultum (kuliah tujuh menit) yang rutin dilaksanakan sebelum proses belajar mengajar, Kamis (11/09). Peserta didik secara bergantian menyampaikan tausiyah singkat di halaman madrasah, sementara ratusan siswa lain mendengarkan dengan tertib. Tradisi ini menjadi pembiasaan yang memperkuat nilai keagamaan sekaligus melatih keterampilan berbicara di depan umum.

Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB ini dilaksanakan dengan sistem bergiliran dari masing-masing kelas. Materi kultum beragam, mulai dari tema akhlak, pentingnya menjaga kebersihan, motivasi belajar, hingga pesan moral untuk memperkuat keimanan. Dengan begitu, setiap peserta didik tidak hanya mendapat kesempatan mendengar, tetapi juga merasakan pengalaman berdiri di depan teman sebaya dan menyampaikan gagasan dengan runtut.

Kepala MIN 9 Bandarlampung, Evi Linawati, menegaskan pentingnya pembiasaan ini sebagai bagian dari pendidikan karakter yang berkelanjutan.

“Raihlah kesuksesan saat belajar sebagai penuntut ilmu dengan adab dan etika. Adab dan etika memiliki perbedaan, namun keduanya saling melengkapi. Adab berarti menjaga sopan santun baik saat ada maupun tidak ada orang, sedangkan etika lebih menekankan sikap di hadapan orang lain. Karena itu, kedudukan adab lebih tinggi daripada etika,” ujarnya.

Selain menanamkan adab, kegiatan kultum juga menciptakan suasana religius di lingkungan madrasah. Guru dan tenaga pendidik mendukung penuh program ini karena diyakini berdampak positif bagi perkembangan peserta didik, baik dari sisi spiritual, sosial, maupun akademik. Saling berbagi ilmu dan saling mengingatkan menjadi nilai lebih yang melekat pada kegiatan sederhana ini.

Semangat Kartini Menggema di MTsN 2 Lampung Selatan Kampus Kalirejo

Bagi siswa, kultum pagi bukan hanya ajang berbicara, tetapi juga sarana melatih rasa percaya diri, kedisiplinan, dan keberanian untuk tampil di depan umum. Sedangkan bagi madrasah, kegiatan ini mencerminkan peran strategis sebagai pusat pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademis, tetapi juga menyiapkan generasi beradab, berilmu, dan berkarakter kuat.

Dengan konsistensi pembiasaan ini, MIN 9 Bandarlampung berharap dapat terus menumbuhkan budaya belajar yang berakar pada nilai-nilai keislaman, memperkuat tradisi literasi lisan, serta membentuk peserta didik yang siap bersaing dengan tetap menjunjung tinggi akhlak mulia. (Septiano/Humas)

 

Berita Populer






× Advertisement
× Advertisement