dutacendikia,id. Bandar Lampung – Suasana pagi di halaman MIN 9 Bandarlampung pada Kamis, 18 September 2025 tampak berbeda. Sejak pukul 07.00 WIB, ratusan siswa berkumpul rapi dengan seragam hijau khas madrasah, mengikuti kegiatan rutin keagamaan berupa kuliah tujuh menit (qultum) pagi.
Kegiatan ini menjadi ruang belajar penting bagi siswa-siswi, tidak hanya dalam hal pemahaman agama, tetapi juga dalam melatih mental, keberanian, serta keterampilan berbicara di depan umum. Setiap harinya, siswa yang telah dijadwalkan mendapat kesempatan menyampaikan tausiyah singkat di hadapan teman-temannya, disaksikan pula oleh guru dan tenaga kependidikan.
“Qultum pagi ini tidak hanya memberikan nasihat keagamaan, tetapi juga melatih anak-anak agar lebih percaya diri. Mereka belajar mengekspresikan pikiran dengan bahasa yang baik, sekaligus mengasah keberanian berbicara di ruang publik,” ungkap salah satu guru pembimbing kegiatan.

Suasana qultum pagi di MIN 9 Bandarlampung yang melatih keberanian siswa tampil di depan umum.
Suasana khidmat tampak jelas ketika seluruh siswa menyimak dengan penuh perhatian. Meski sederhana, aktivitas ini menghadirkan makna mendalam: menumbuhkan kesadaran bahwa ilmu dan akhlak harus berjalan seiring. Pesan yang dibawakan para siswa sering kali menjadi sumber motivasi bagi rekan-rekannya untuk terus berbuat baik, belajar dengan sungguh-sungguh, dan berusaha menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Qultum pagi yang telah menjadi agenda rutin MIN 9 Bandarlampung ini juga mendapat apresiasi positif dari para guru. Menurut mereka, program ini menjadi media efektif dalam pembentukan karakter Islami di lingkungan madrasah. Selain menguatkan pemahaman agama, kegiatan ini menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, serta sikap saling menghargai.
Dengan konsistensi pelaksanaan, kegiatan keagamaan pagi di MIN 9 Bandarlampung diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan zaman. (Septiano/Humas)


