dutacendikia.id, Lampung Selatan – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di MTsN 1 Lampung Selatan, Senin (26/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pengawasan rutin sekaligus pembinaan berkelanjutan terhadap pengelolaan madrasah, baik dari sisi administrasi maupun penguatan karakter pendidik.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kemenag Lampung Selatan, H. Aprizandi, S.Fil.I., M.Kom.I. Hadir pula Koordinator Kepegawaian Kemenag Lampung Selatan, Ahmad Zulfikar, M.Pd.I., yang memberikan pendampingan teknis terkait pengelolaan Dana BOS. Seluruh rangkaian acara berlangsung di aula MTsN 1 Lampung Selatan dengan diikuti kepala madrasah dan dewan guru.
Dalam arahannya, H. Aprizandi menegaskan bahwa Monev BOS tidak semata-mata memeriksa laporan keuangan, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi guru dan tenaga kependidikan. Ia menyoroti perubahan gaya hidup sebagian guru setelah diangkat menjadi ASN maupun PPPK. Menurutnya, status kepegawaian tidak seharusnya menggeser nilai kesederhanaan yang selama ini menjadi ciri pendidik madrasah.
“Jangan mengubah mindset. Hiduplah dengan apa yang kita punya, jangan memaksakan meniru orang lain. Syukuri takdir ini dengan gaya hidup yang wajar,” tegasnya di hadapan para guru. Pesan tersebut disampaikan dengan nada lugas sebagai pengingat agar pendidik tetap menjaga marwah dan keteladanan di tengah masyarakat.
Selain persoalan gaya hidup, profesionalisme guru di ruang kelas turut menjadi perhatian. H. Aprizandi mengingatkan agar guru tidak menggunakan telepon genggam saat proses pembelajaran berlangsung. Ia menilai kebiasaan tersebut berdampak langsung pada sikap dan fokus peserta didik. “Interaksi dengan anak itu penting. Cerminan murid dapat dilihat dari gurunya. Fokuslah mendidik,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, ia juga mengajak seluruh warga MTsN 1 Lampung Selatan memperkuat rasa kekeluargaan dan menghilangkan sekat-sekat kelompok di lingkungan kerja. Madrasah, menurutnya, harus dipandang sebagai rumah kedua tempat tumbuhnya rasa memiliki dan persaudaraan antarsesama pendidik. Ia mengingatkan bahwa tanpa sense of belonging, sulit membangun kebersamaan yang kokoh.
Sementara itu, Ahmad Zulfikar, M.Pd.I., menyampaikan materi teknis terkait pengelolaan Dana BOS. Ia menekankan pentingnya akuntabilitas dan transparansi dalam setiap penggunaan dana operasional. Dana BOS disebut sebagai amanah negara yang wajib dikelola sesuai petunjuk teknis dan dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun moral.
Menanggapi arahan tersebut, Kepala MTsN 1 Lampung Selatan, Abdurahman, S.Ag., M.Pd.I., menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh pembinaan yang disampaikan. Ia menilai pesan-pesan yang disampaikan Kasi Penmad sebagai pengingat penting bagi kemajuan madrasah. “Kami berkomitmen menjadikan MTsN 1 Lampung Selatan sebagai rumah kedua yang nyaman, disiplin, dan tetap menjaga akuntabilitas pengelolaan Dana BOS,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, MTsN 1 Lampung Selatan diharapkan tidak hanya tertib dalam tata kelola keuangan, tetapi juga semakin kuat dalam membangun budaya madrasah yang sederhana, profesional, dan berlandaskan nilai-nilai kebersamaan. Pembinaan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar madrasah dalam membentuk pendidik yang berkarakter, mendidik dengan hati, dan menanamkan keteladanan bagi generasi Qurani yang berprestasi. (Septiano/Humas)


