dutacendikia.id, Lampung Selatan – Tiga guru matematika MTsN 2 Lampung Selatan mengikuti Seminar Internasional Pendidikan yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke-32 Universitas Malahayati, Rabu (7/1/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati, Bandar Lampung, tersebut mengangkat tema besar “Krisis Numerasi Nasional: Peran Strategis Pendidik Matematika dari Sekolah hingga Perguruan Tinggi”.
Guru yang mengikuti kegiatan ini adalah Rully Herwindo, S.Pd., M.Pd., Lismayuli, S.Pd., dan Al Husna, S.Pd. Ketiganya hadir sebagai peserta aktif untuk memperdalam wawasan profesional sekaligus memperkuat peran guru matematika dalam menjawab tantangan rendahnya literasi numerasi di Indonesia.
Seminar internasional ini menjadi bagian penting dari rangkaian Dies Natalis Universitas Malahayati ke-32 yang menegaskan komitmen perguruan tinggi tersebut dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan, khususnya di Provinsi Lampung. Aula Graha Bintang tampak dipenuhi peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari guru sekolah hingga akademisi perguruan tinggi.
Berdasarkan materi yang ditampilkan di layar utama, kegiatan ini menghadirkan 11 profesor bidang matematika dari berbagai negara, yang membahas isu numerasi dari perspektif global. Paparan para narasumber menekankan pentingnya transformasi pembelajaran matematika yang kontekstual, adaptif, dan berorientasi pada penguatan daya nalar peserta didik.

Suasana seminar internasional bertema krisis numerasi nasional yang diikuti ratusan pendidik dari berbagai jenjang pendidikan.
Keikutsertaan guru MTsN 2 Lampung Selatan dalam forum internasional ini juga menjadi ruang refleksi profesional, bahwa tantangan numerasi tidak dapat diselesaikan secara parsial. Dibutuhkan sinergi lintas jenjang pendidikan serta kesiapan guru untuk terus belajar, memperbarui pendekatan, dan membuka diri terhadap praktik-praktik baik dari berbagai belahan dunia.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru memperoleh perspektif baru yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di madrasah. Upaya tersebut sejalan dengan misi madrasah sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya menanamkan kecakapan akademik, tetapi juga membentuk karakter berpikir kritis, disiplin, dan bertanggung jawab dalam bingkai nilai-nilai keislaman.(Septiano/Humas)


