dutacendikia.id, Lampung Selatan – Dalam rangka memperkuat komitmen pembangunan Zona Integritas (ZI) di lingkungan madrasah, MTsN 2 Lampung Selatan mengikuti Rapat Koordinasi Persiapan Penilaian Pendahuluan PMPZI Kementerian Agama Tahun 2026 secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis, 4 Desember 2025. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Biro Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Kementerian Agama Republik Indonesia.
Kepala MTsN 2 Lampung Selatan, Dr. H. Garum, S.Pd.I., M.Pd., turut hadir bersama seluruh Tim Kerja Pembangunan Zona Integritas madrasah. Rapat virtual ini menjadi forum penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat strategi, serta meneguhkan langkah dalam pelaksanaan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).
Kegiatan dibuka dengan arahan dari Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, yang menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan berbasis integritas dan hasil evaluasi berkelanjutan. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa pembangunan ZI tidak hanya menuntut kepatuhan administratif, tetapi juga perubahan pola pikir dan budaya kerja menuju pelayanan publik yang bersih, efektif, dan transparan.

Tim kerja Zona Integritas MTsN 2 Lampung Selatan berkomitmen memperkuat budaya kerja bersih dan profesional.
Selanjutnya, Biro Ortala menyampaikan materi mengenai teknis penilaian pendahuluan PMPZI serta strategi evaluasi berbasis hasil. Sesi ini memberikan pemahaman mendalam bagi para peserta tentang mekanisme dan instrumen penilaian, sehingga madrasah dapat menyiapkan dokumen dan praktik terbaik dengan lebih terarah.
Suasana rapat virtual di ruang guru MTsN 2 Lampung Selatan berlangsung serius namun penuh semangat. Para guru dan tenaga kependidikan terlihat aktif mencatat poin-poin penting serta berdiskusi mengenai tindak lanjut implementasi di tingkat madrasah. Kegiatan ini juga menjadi momentum reflektif bagi seluruh tim dalam meneguhkan budaya kerja profesional dan berintegritas.
Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan ini, MTsN 2 Lampung Selatan menegaskan kesiapannya untuk terus berbenah dan berinovasi dalam tata kelola lembaga pendidikan berbasis nilai-nilai akuntabilitas dan pelayanan publik yang prima. Komitmen menuju Zona Integritas bukan sekadar target administratif, tetapi juga wujud nyata pengabdian madrasah dalam mencetak generasi berkarakter Qurani dan berdaya saing. (Septiano/Humas)


