dutacendikia.id, Bandar Lampung – Kegiatan Ngaji Asik kembali digelar MIN 12 Kota Bandar Lampung sebagai bagian dari penguatan literasi Qurani bagi peserta didik. Menghadirkan Ustaz Taufiq sebagai pemateri, kegiatan ini diikuti oleh perwakilan siswa dari setiap kelas yang berkumpul di ruang musala madrasah dengan penuh semangat.
Sejak sesi dimulai, ratusan siswa tampak duduk rapi mengenakan seragam bordir merah khas MIN 12, menyimak penjelasan pemateri yang memaparkan berbagai hukum bacaan Al-Qur’an. Ustaz Taufiq menyampaikan materi secara bertahap, mulai dari contoh bacaan hingga praktik langsung yang dituliskan pada papan tulis di hadapannya. Metode interaktif yang digunakan membuat suasana belajar terasa hidup dan mudah diikuti.
Kepala MIN 12 Kota Bandar Lampung, Ibu Hj. Rahmawati, S.Ag., M.M.Pd., mendukung penuh kegiatan ini sebagai bagian dari pembiasaan Qurani sejak usia sekolah dasar. Ia menegaskan bahwa pemahaman tajwid adalah pondasi penting yang harus dibangun kuat. “Kami ingin setiap siswa tidak hanya lancar membaca Al-Qur’an, tetapi benar dalam makhraj dan hukumnya. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah pembinaan karakter yang terus kami perkuat di MIN 12,” ungkapnya.

Ustaz Taufiq memaparkan materi tajwid sambil menuliskan contoh ayat pada papan tulis.
Selama kegiatan berlangsung, pemateri menuliskan beberapa potongan ayat di papan tulis dan mengajak siswa membaca bersama untuk mengidentifikasi hukum bacaan seperti idgham, ikhfa’, dan mad. Siswa terlihat aktif bertanya maupun menjawab, menunjukkan antusiasme mereka dalam mempelajari lebih dalam kaidah tajwid yang sebelumnya hanya mereka temui di kelas reguler.
Guru-guru pendamping turut mengamati proses pembelajaran dari barisan belakang, memastikan seluruh peserta mengikuti arahan dengan tertib. Kehadiran siswa putri yang duduk berjajar rapi di sisi kanan musala semakin memperlihatkan suasana pembelajaran yang penuh kedisiplinan dan kekhidmatan.
Dengan terselenggaranya Ngaji Asik ini, MIN 12 Bandar Lampung kembali meneguhkan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan madrasah yang menanamkan nilai-nilai Qurani, membentuk generasi yang tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga berakhlak dan berkarakter religius. Madrasah berharap kegiatan seperti ini tetap berlanjut dan menjadi tradisi positif di lingkungan sekolah. (Septiano/Humas)


