dutacendikia.id, Bandar Lampung – Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di Aula Saibatin Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung saat digelar kegiatan “Selasar Hangat Lintas Agama x Joyful Ramadhan”, Kamis (12/3/2026). Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat untuk merayakan semangat Ramadhan dalam nuansa persaudaraan dan kepedulian sosial.
Sejumlah tokoh agama, mahasiswa, serta masyarakat tampak hadir dan mengikuti rangkaian acara dengan khidmat. Di bagian depan aula, para narasumber dan tokoh agama duduk berdampingan dalam suasana dialog yang santai namun sarat makna, sementara peserta yang memenuhi ruangan menyimak setiap sesi dengan penuh perhatian.
Kegiatan ini juga dirangkai dengan program Tebar Harapan Ramadhan, berupa penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Melalui program tersebut, Kanwil Kemenag Lampung menyalurkan 8.778 paket bantuan, sebagai bentuk kepedulian sosial yang diharapkan dapat menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat selama bulan suci.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Dr. H. Zulkarnain, S.Ag., M.Hum, menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar ritual ibadah semata, melainkan momentum untuk memperkuat nilai kemanusiaan dan persaudaraan.
“Ramadhan bukan sekadar ibadah ritual semata, tetapi momentum untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian, serta memperkokoh persaudaraan lintas kelompok dan lintas agama,” ujarnya.

Para tokoh agama dan narasumber duduk bersama dalam forum dialog lintas agama yang mengusung semangat kebersamaan di bulan suci Ramadhan.
Menurutnya, semangat Joyful Ramadhan yang diusung tahun ini mengajak masyarakat menjalani bulan suci dengan penuh kegembiraan, kebersamaan, dan harapan. Melalui program Tebar Harapan Ramadhan, ia berharap nilai solidaritas sosial dapat semakin tumbuh di tengah kehidupan masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa istilah THR dalam kegiatan tersebut bukan dimaknai sebagai tunjangan hari raya, melainkan Tebar Harapan Ramadhan, yakni upaya menebarkan optimisme dan kepedulian kepada sesama.
“THR di sini bukan Tunjangan Hari Raya, tetapi Tebar Harapan Ramadhan. Artinya, Ramadhan harus menjadi waktu bagi kita untuk menyalakan optimisme, memperkuat solidaritas sosial, dan berbagi kepada sesama,” ungkapnya.
Melalui kegiatan seperti ini, Kementerian Agama berharap semangat Ramadhan tidak hanya tercermin dalam ibadah personal, tetapi juga dalam tindakan nyata yang menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat. Nilai kepedulian, kebersamaan, serta penghormatan terhadap keberagaman menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan yang rukun dan harmonis. (Septiano)


