dutacendikia.id, Bandar Lampung – Di tengah semarak peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia, MIN 3 Bandar Lampung memilih cara yang berbeda untuk merayakan kemerdekaan. Alih-alih hanya mengandalkan lomba-lomba ketangkasan, madrasah ini menjadikan Pojok Literasi sebagai pusat perhatian, memadukan semangat kemerdekaan dengan misi membangun generasi gemar membaca.
Sejak pagi, setiap kelas menampilkan pojok literasi yang telah dirancang dengan kreativitas tinggi. Rak buku dihias penuh warna, sudut ruang diubah menjadi tempat baca yang nyaman, dan setiap detail memancarkan upaya serius siswa dan guru untuk menghadirkan literasi sebagai bagian dari kehidupan sekolah.
Kepala MIN 3 Bandar Lampung, M. Itsnaini, S.Pd.I., M.Pd.I., menegaskan bahwa kegiatan ini adalah langkah strategis untuk menanamkan kebiasaan membaca sejak dini.
“Merdeka sejati itu bukan hanya lepas dari penjajahan fisik, tetapi juga bebas dari kebodohan. Melalui pojok literasi, kami ingin anak-anak dekat dengan buku, dan membaca menjadi bagian dari gaya hidup mereka,” ujarnya.

MIN 3 Bandar Lampung Rayakan Kemerdekaan dengan Sentuhan Literasi
Setiap kelas mempresentasikan pojok literasi yang telah mereka rancang secara mandiri. Penilaian dilakukan oleh tim juri yang memiliki latar belakang dan peran berbeda, sehingga penilaian berlangsung komprehensif.
• M. Itsnaini, S.Pd.I., M.Pd.I. selaku Kepala Madrasah, memfokuskan penilaian pada kesesuaian konsep dengan misi literasi madrasah serta nilai edukatifnya.
• Asriarturrohmah, S.Pd.I., Kepala Perpustakaan, memberikan penilaian dari aspek kelengkapan koleksi, kenyamanan ruang baca, serta daya tarik tampilan bagi siswa.
• Raden Aldion Priambada, S.S., Waka Kurikulum, menilai kreativitas penyajian dan integrasi literasi dengan pembelajaran di kelas.
• Nanang Avandi, S.Pd., Waka Kesiswaan, menyoroti keterlibatan siswa dan kerja sama tim dalam membangun pojok literasi tersebut.
Meski Pojok Literasi menjadi sorotan utama, suasana kemerdekaan juga diramaikan dengan lomba-lomba ketangkasan seperti estafet sarung, estafet sedotan, dan memasukkan paku ke dalam botol. Kegiatan ini melatih koordinasi, sportivitas, dan kekompakan siswa, sehingga seluruh perayaan HUT RI di MIN 3 Bandar Lampung tetap terasa hidup dan menyeluruh.
Melalui perpaduan literasi dan lomba, MIN 3 Bandar Lampung mengirim pesan bahwa merdeka bukan hanya soal merayakan, tetapi juga membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan. Sebuah perayaan yang tidak hanya menghidupkan semangat 17 Agustus, tetapi juga meneguhkan posisi madrasah sebagai pelopor pendidikan berkarakter di Bandar Lampung.


