dutacendikia.id, Bandar Lampung – Pelaksanaan Ujian Madrasah (UM) jenjang Madrasah Ibtidaiyah di MIN 9 Bandar Lampung memasuki hari keempat pada Kamis (7/5/2026). Sebanyak 127 peserta mengikuti ujian berbasis Computer Based Test (CBT) atau online dengan tertib dan lancar di lingkungan madrasah.
Pada hari keempat ini, mata pelajaran yang diujikan meliputi Bahasa Arab dan Bahasa Lampung. Pelaksanaan ujian dibagi ke dalam empat sesi untuk menyesuaikan kapasitas perangkat komputer yang digunakan peserta selama ujian berlangsung.
Sejak pagi, suasana ruang ujian tampak kondusif. Para siswa hadir dengan seragam madrasah dan langsung menempati ruang ujian sesuai jadwal sesi masing-masing. Pengawas dan panitia terlihat aktif memastikan kesiapan perangkat komputer, jaringan, serta ketertiban peserta selama proses ujian berlangsung.

Guru dan pengawas memastikan pelaksanaan Ujian Madrasah berbasis online berjalan lancar selama empat sesi ujian.
Pelaksanaan CBT di MIN 9 Bandar Lampung menjadi bagian dari upaya madrasah dalam membangun budaya pembelajaran berbasis teknologi. Selain melatih kemampuan akademik peserta didik, sistem ujian berbasis komputer juga mendorong siswa lebih terbiasa dengan pemanfaatan teknologi digital secara disiplin dan bertanggung jawab.
Kepala MIN 9 Bandar Lampung, Evi Linawati, terus memantau pelaksanaan ujian bersama dewan guru dan panitia madrasah. Kesiapan teknis maupun kenyamanan peserta menjadi perhatian agar seluruh rangkaian ujian berjalan optimal hingga hari terakhir.
Di beberapa ruang ujian, peserta tampak fokus menyelesaikan soal demi soal. Guru pengawas juga sigap membantu ketika terdapat kendala teknis ringan, sehingga pelaksanaan ujian tetap berlangsung tertib tanpa mengganggu konsentrasi peserta lain.
Pelaksanaan Ujian Madrasah berbasis CBT ini menjadi gambaran komitmen MIN 9 Bandar Lampung dalam menghadirkan layanan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Madrasah tidak hanya membekali peserta didik dengan kemampuan akademik, tetapi juga membangun karakter disiplin, mandiri, serta kesiapan menghadapi tantangan era digital dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Qurani. (Septiano/Humas)


