dutacendikia.id, Bandar Lampung – Ruang laboratorium komputer MIN 9 Bandar Lampung kembali dipenuhi kesibukan yang bermakna pada Jum’at, 8 Mei 2026. Puluhan siswa kelas VI duduk rapi di hadapan layar monitor, jemari mereka bergerak cermat menelusuri setiap butir soal. Hari ini menandai hari kelima pelaksanaan Ujian Madrasah Tahun Ajaran 2025/2026 jenjang Madrasah Ibtidaiyah yang digelar secara daring berbasis Computer Based Test (CBT).
Pelaksanaan ujian berlangsung dalam suasana yang tertib dan kondusif. Bangku-bangku tersusun rapi di hadapan unit komputer, sementara guru pendamping berdiri siaga di antara deret meja, memastikan setiap peserta mengerjakan soal sesuai aturan yang berlaku.
Ketenangan ruangan itu menjadi bukti bahwa persiapan panjang yang telah ditempuh siswa dan tenaga pendidik MIN 9 Bandar Lampung membuahkan kesiapan yang matang.
Sistem CBT yang diterapkan dalam Ujian Madrasah kali ini mencerminkan komitmen MIN 9 Bandar Lampung dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses evaluasi pembelajaran. Para siswa tampak terbiasa dan percaya diri mengoperasikan perangkat komputer, sebuah capaian yang menunjukkan bahwa literasi digital telah menjadi bagian dari keseharian belajar di madrasah ini.
Kepala MIN 9 Bandar Lampung, Evi Linawati, S.Ag., M.M.Pd., menyampaikan pesan yang menjadi penyemangat bagi seluruh peserta ujian. “Jadikan ujian ini sebagai motivasi untuk menunjukkan potensi terbaikmu,” ujarnya. Pesan singkat namun sarat makna itu bukan sekadar kata pembuka seremonial — melainkan cerminan dari filosofi pendidikan yang ia pegang: bahwa ujian bukan akhir dari segalanya, melainkan panggung bagi setiap siswa untuk membuktikan diri.
Ujian Madrasah berbasis CBT ini merupakan bagian dari rangkaian evaluasi akhir jenjang yang dirancang untuk mengukur capaian kompetensi siswa secara menyeluruh, sesuai kurikulum yang telah ditetapkan Kementerian Agama. Dengan format daring, proses penilaian menjadi lebih efisien, transparan, dan akuntabel — sekaligus membiasakan siswa dengan ekosistem ujian berbasis teknologi yang kian menjadi standar nasional.
Di penghujung hari ujian kelima ini, MIN 9 Bandar Lampung sekali lagi menegaskan posisinya sebagai madrasah yang tidak hanya mencetak generasi beriman dan berakhlak, tetapi juga generasi yang adaptif dan siap menghadapi tantangan zaman. Ujian bukan sekadar ritual akademik — di tangan para siswa madrasah ini, ia menjelma menjadi medan pembuktian bahwa anak-anak Qurani pun mampu berdiri sejajar, bahkan melangkah lebih jauh, di era digital yang terus bergerak maju.(Septiano/Humas)


