dutacendikia.id, Bandar Lampung – Suasana penuh khidmat dan haru menyelimuti pelaksanaan Wisuda Tahfidz Angkatan II MIN 4 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2025/2026. Sebanyak 67 siswa dikukuhkan sebagai hafiz cilik dalam kegiatan yang berlangsung meriah sekaligus sarat makna spiritual di lingkungan madrasah.
Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggema sejak awal acara menghadirkan nuansa religius yang begitu terasa. Para siswa tampil mengenakan busana wisuda dengan wajah penuh kebanggaan, didampingi orang tua yang turut menyaksikan capaian putra-putri mereka dalam menghafal Kalamullah. Momentum ini menjadi bentuk apresiasi atas ikhtiar panjang siswa dalam menjaga hafalan Al-Qur’an di tengah aktivitas belajar sehari-hari.
Kegiatan semakin semarak saat digelar uji publik sambung ayat oleh perwakilan siswa kelas VI. Dengan percaya diri, para peserta melanjutkan potongan ayat yang dibacakan secara bergantian di hadapan tamu undangan dan wali murid. Kelancaran bacaan serta ketepatan hafalan yang ditunjukkan para siswa mendapat apresiasi dari para hadirin yang memenuhi ruangan acara.

Dr. H. Erwinto, S.Ag., M.Kom.I menyampaikan apresiasi dan motivasi kepada para hafiz cilik agar terus menjaga hafalan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Jajaran pimpinan dan tamu undangan memanjatkan doa bersama dalam rangkaian Wisuda Tahfidz MIN 4 Bandar Lampung yang berlangsung khidmat dan penuh haru.
Prosesi wisuda turut dihadiri sejumlah pimpinan dan tamu kehormatan, di antaranya Dr. H. Erwinto, S.Ag., M.Kom.I, Kasimun, S.Ag., M.M, dan Said Karimin, S.Ag., M.Kom.I. Hadir pula para kepala madrasah, yakni Hizbuddin Burmelli, S.Pd., M.M dari MIN 1 Bandar Lampung, Untung Pribadi, M.Pd.I dari MIN 2 Bandar Lampung, Muhammad Itsnaini, S.Pd., M.Pd dari MIN 3 Bandar Lampung, serta Dr. Siti Romlah, M.Pd.I dari MIN 6 Bandar Lampung.
Dalam sambutannya, Kepala MIN 4 Bandar Lampung Ahmad Firdaus, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan pesan agar para wisudawan terus menjaga dan murajaah hafalan yang telah diraih. Ia menegaskan bahwa kemampuan menghafal Al-Qur’an bukan sekadar prestasi akademik, melainkan bekal akhlak dan pedoman hidup bagi generasi muda.
“Semoga anak-anak kita menjadi generasi yang jujur, berintegritas, serta istiqamah bersama Al-Qur’an. Hafalan ini harus terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Momen paling mengharukan tampak saat prosesi bakti kepada orang tua. Para siswa bersimpuh di hadapan ayah dan bunda sambil memohon doa restu. Tangis haru pecah di berbagai sudut ruangan ketika anak-anak memeluk orang tua mereka sebagai simbol cinta, penghormatan, dan harapan untuk menjadi penyejuk hati keluarga dunia maupun akhirat.
Wisuda Tahfidz Angkatan II ini menjadi penegas komitmen MIN 4 Bandar Lampung dalam membangun generasi Qurani yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter dan spiritualitas. Melalui pembinaan tahfidz yang berkelanjutan, madrasah terus menghadirkan ruang pendidikan yang menanamkan disiplin, adab, serta kecintaan mendalam terhadap Al-Qur’an sejak usia dini. (Septiano/Humas)


