dutacendikia.id, Bandar Lampung – Ruang laboratorium komputer MIN 9 Bandar Lampung kembali dipenuhi keseriusan dan semangat juang pada Sabtu, 9 Mei 2026. Hari itu menandai pelaksanaan hari keenam Ujian Madrasah jenjang Madrasah Ibtidaiyah yang diselenggarakan sepenuhnya berbasis Computer-Based Test (CBT) atau ujian dalam jaringan.
Para siswa kelas VI duduk tertib di hadapan layar monitor, bersiap mengukur capaian belajar mereka selama enam tahun menempuh pendidikan di madrasah.
Pelaksanaan ujian berjalan tertib dan kondusif. Setiap peserta tampak berkonsentrasi penuh, jari-jemari bergerak cermat menjawab soal yang tersaji di layar. Guru pendamping berjaga di dalam ruangan untuk memastikan kelancaran teknis sekaligus menjaga suasana ujian tetap tenang dan bermartabat — sebuah gambaran bahwa kesiapan MIN 9 Bandar Lampung dalam menyongsong era ujian digital bukan sekadar wacana.
Penyelenggaraan Ujian Madrasah berbasis CBT ini merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam mengikuti kebijakan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, sekaligus wujud nyata transformasi digital di satuan pendidikan madrasah. Dengan sistem ini, seluruh proses ujian — mulai dari distribusi soal hingga pengumpulan jawaban -berlangsung secara daring, efisien, dan terstandar.
Kepala MIN 9 Bandar Lampung, Evi Linawati, S.Ag., M.M.Pd., menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada seluruh peserta ujian. Dalam pesan motivasi yang ia sampaikan, beliau mengungkapkan, “Semoga setiap usaha yang kamu lakukan berbuah hasil yang membanggakan. Semangat dan sukses selalu.” Kalimat itu bukan sekadar basa-basi — melainkan cerminan keyakinan seorang pendidik terhadap potensi murid-muridnya yang telah berjuang sejak hari pertama pelaksanaan ujian.
Antusiasme para siswa terpancar jelas sepanjang pelaksanaan ujian. Kebiasaan belajar mandiri, kemampuan literasi digital, serta ketekunan yang telah dibina selama bertahun-tahun di bangku madrasah menjadi modal utama mereka menghadapi soal demi soal.
Suasana ruangan yang tertata rapi, dengan setiap siswa duduk di depan unitnya masing-masing, mencerminkan kesiapan yang matang — baik secara teknis maupun mental.
Ujian Madrasah yang telah memasuki hari keenam ini menjadi penanda perjalanan akhir jenjang bagi siswa-siswi kelas VI MIN 9 Bandar Lampung. Lebih dari sekadar asesmen akademik, momen ini merupakan ujian kedewasaan, kemandirian, dan tanggung jawab yang sesungguhnya.
MIN 9 Bandar Lampung, di bawah kepemimpinan Evi Linawati, terus membuktikan bahwa madrasah mampu berjalan seiring dengan tuntutan zaman — melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga cakap dalam menghadapi tantangan digital dan siap berkontribusi bagi bangsa. (Septiano/Humas)


