dutacendikia.id, Bandar Lampung – Suasana Jumat pagi di MIN 9 Bandar Lampung diwarnai kegiatan pembacaan Asmaul Husna dan infaq Jumat berkah, Jumat (28/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti seluruh siswa kelas I hingga VI dengan pendampingan bapak dan ibu guru serta staf madrasah.
Kegiatan berlangsung dalam suasana tertib. Para siswa mengikuti rangkaian kegiatan sesuai arahan guru, termasuk saat menyerahkan infaq. Kebiasaan sederhana tersebut menjadi bagian dari pembelajaran yang diarahkan untuk menumbuhkan kepedulian dan kepekaan sosial sejak berada di lingkungan madrasah.
Pembacaan Asmaul Husna menjadi bagian penting dalam kegiatan Jumat berkah. Melalui pembiasaan tersebut, siswa diajak mengenal dan menghayati nama-nama Allah sekaligus membangun kedekatan dengan nilai-nilai keislaman yang menjadi dasar kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, kegiatan infaq memberikan ruang bagi siswa untuk mempraktikkan nilai berbagi secara langsung. Setiap pemberian, sekecil apa pun, diarahkan menjadi pembelajaran tentang kepedulian terhadap sesama dan pentingnya menghadirkan manfaat bagi orang lain.
Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, khususnya pada nilai Cinta Sesama dan Lingkungan. Nilai tersebut tidak berhenti pada pemahaman di ruang kelas, tetapi diupayakan hadir melalui pembiasaan yang dekat dengan kehidupan siswa.
Kepala MIN 9 Bandar Lampung, Evi Linawati, S.Ag., M.M.Pd., menjadi bagian dari penguatan pembiasaan tersebut bersama jajaran guru dan staf madrasah. Pendampingan yang dilakukan dalam kegiatan membuat proses berbagi sekaligus menjadi pengalaman pendidikan yang nyata bagi peserta didik.
Bagi madrasah, pembentukan karakter tidak selalu harus dimulai dari kegiatan besar. Kebiasaan membaca Asmaul Husna, bersedekah melalui infaq, serta belajar peduli terhadap lingkungan sekitar merupakan langkah-langkah kecil yang apabila dilakukan secara konsisten dapat membentuk sikap religius dan kepedulian sosial siswa.
Melalui Jumat berkah, MIN 9 Bandar Lampung terus berupaya menjadikan lingkungan madrasah sebagai ruang tumbuh bagi generasi yang memiliki kepedulian, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap sesama. Nilai-nilai Qurani pun diharapkan tidak sekadar dipahami, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan dan tercermin dalam perilaku peserta didik sehari-hari. (Septiano/Humas)


