dutacendikia.id, Bandar Lampung – Semangat kepramukaan mewarnai lingkungan MIN 11 Bandar Lampung saat madrasah menggelar Perkemahan Jumat dan Sabtu (Perjusa), 4–5 September 2026. Mengusung tema “Bangkitkan Tunas Muda yang Berani, Kreatif, dan Tangguh dalam Persaudaraan”, kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan karakter peserta didik melalui pengalaman belajar di luar kelas.
Kegiatan tersebut dibina oleh Kepala MIN 11 Bandar Lampung, H. Agustami, S.Pd.I. Pelaksanaannya turut mendapat dukungan dari mahasiswa KKN PPL Tematik Kelompok 11 UIN Raden Intan Lampung yang terlibat dalam pendampingan dan membantu kelancaran sejumlah rangkaian kegiatan.
Sejak kegiatan dimulai, peserta didik tampak antusias mengikuti aktivitas kepramukaan. Kebersamaan terlihat dari keterlibatan mereka dalam berbagai kegiatan yang menuntut kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, serta kepatuhan terhadap aturan yang berlaku selama Perjusa.
Kegiatan kepramukaan menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan yang tidak selalu diperoleh melalui pembelajaran di ruang kelas. Melalui aktivitas bersama, mereka belajar mengambil peran, menyelesaikan tugas, membangun kekompakan, sekaligus melatih keberanian untuk tampil dan berinteraksi dengan teman sebaya.
Tema yang diangkat menjadi penegas arah pembinaan dalam kegiatan tersebut. Keberanian diarahkan agar peserta didik mampu menghadapi tantangan, kreativitas dikembangkan melalui aktivitas yang melibatkan keterampilan dan gagasan, sedangkan ketangguhan serta persaudaraan dibangun melalui pengalaman bersama selama kegiatan berlangsung.
Keterlibatan mahasiswa KKN PPL Tematik Kelompok 11 UIN Raden Intan Lampung juga memberi warna tersendiri dalam pelaksanaan Perjusa. Bersama guru dan panitia madrasah, mahasiswa turut mendampingi peserta didik dalam mengikuti rangkaian kegiatan sehingga suasana kegiatan berlangsung lebih dinamis dan penuh kebersamaan.
Bagi MIN 11 Bandar Lampung, Perjusa menjadi salah satu sarana untuk memperkuat pendidikan karakter melalui kegiatan yang dekat dengan dunia anak. Peserta didik tidak hanya diajak mengikuti kegiatan secara tertib, tetapi juga diberi pengalaman untuk belajar mandiri, bekerja dalam kelompok, serta menghargai peran satu sama lain.
Rangkaian Perjusa yang berlangsung selama dua hari tersebut diharapkan memperkuat nilai-nilai kemandirian, disiplin, tanggung jawab, dan persaudaraan dalam diri peserta didik. Semangat kepramukaan pun menjadi bagian dari ikhtiar madrasah dalam menumbuhkan tunas muda yang berkarakter, tangguh, kreatif, dan siap berkembang menjadi generasi yang berprestasi. (Septiano/Humas)


