dutacendikia.id, Bandar Lampung – Menjaga hafalan Al-Qur’an membutuhkan ketekunan dan kebiasaan untuk terus mengulang. Semangat tersebut tergambar dalam kegiatan Tahfidz dan Muraja’ah Hafalan yang diikuti seluruh siswa kelas I hingga VI MIN 9 Bandar Lampung, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan bertajuk “Mengikat Hafalan, Menjaga Mahkota Cahaya Al-Qur’an” ini dilaksanakan melalui kerja sama MIN 9 Bandar Lampung dengan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Falahuddin. Muraja’ah menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut sebagai upaya membantu siswa memperkuat hafalan yang telah dipelajari.
Sejak jenjang kelas awal hingga kelas VI, para siswa mengikuti kegiatan dengan fokus. Pengulangan ayat-ayat Al-Qur’an menjadi aktivitas utama yang diarahkan untuk membangun kebiasaan menjaga hafalan secara konsisten.
Bagi madrasah, kemampuan menghafal Al-Qur’an tidak berhenti pada bertambahnya jumlah ayat yang dikuasai. Hafalan juga perlu dirawat melalui pengulangan agar tetap melekat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan yang diangkat dalam kegiatan tersebut menekankan bahwa menghafal Al-Qur’an merupakan sebuah perjuangan, sedangkan menjaganya menjadi bagian dari kecintaan kepada kalam Allah. Semangat itu tercermin melalui kegiatan muraja’ah yang dilakukan secara bersama-sama oleh para siswa.
Kegiatan Tahfidz dan Muraja’ah juga menjadi ruang bagi siswa untuk membangun kedekatan spiritual dengan Al-Qur’an sejak dini. Kebiasaan membaca, mengulang, dan menjaga hafalan diharapkan tumbuh menjadi bagian dari keseharian peserta didik.
Kepala MIN 9 Bandar Lampung, Evi Linawati, S.Ag., M.M.Pd., turut mendukung pelaksanaan kegiatan yang memperkuat pembiasaan Al-Qur’an di lingkungan madrasah. Kerja sama dengan TPQ Falahuddin menjadi bagian dari ikhtiar madrasah dalam memberikan penguatan terhadap pembelajaran Al-Qur’an bagi peserta didik.
Melalui kegiatan tersebut, MIN 9 Bandar Lampung terus menempatkan pembinaan Al-Qur’an sebagai bagian penting dalam pendidikan siswa. Hafalan yang dijaga dengan ketekunan diharapkan tumbuh menjadi bekal spiritual sekaligus membentuk karakter peserta didik yang disiplin, mencintai Al-Qur’an, dan berakhlak mulia. (Septiano/Humas)


