dutacendikia.id, Bandar Lampung – Semangat berprestasi ditunjukkan MIN 4 Bandar Lampung melalui keikutsertaan siswa dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026. Kepala MIN 4 Bandar Lampung, Ahmad Firdaus, S.Pd., M.Pd., hadir bersama guru pendamping untuk memberikan dukungan kepada para siswa yang mengikuti kompetisi, khususnya pada bidang Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) serta Matematika.
Kehadiran kepala madrasah bersama guru pendamping menjadi bagian dari ikhtiar madrasah dalam mendukung peserta didik menghadapi ajang kompetisi akademik. Para siswa tampak mengenakan identitas peserta dan bersiap mengikuti tahapan kegiatan dengan penuh antusias.
OMI 2026 menjadi ruang bagi peserta didik madrasah untuk mengasah kemampuan akademik sekaligus menguji kesiapan mereka menghadapi kompetisi. Bidang IPAS dan Matematika yang diikuti siswa MIN 4 Bandar Lampung menuntut ketelitian, kemampuan berpikir logis, serta penguasaan materi yang telah dipelajari.
Dukungan dari lingkungan madrasah turut memberi suasana positif bagi para peserta. Pendampingan guru dan kehadiran kepala madrasah memperlihatkan bahwa proses mengikuti kompetisi dipandang sebagai bagian dari pengalaman belajar siswa, baik dalam menghadapi tantangan maupun membangun kepercayaan diri.
Bagi peserta didik, keikutsertaan dalam OMI 2026 juga menjadi kesempatan untuk membawa nama madrasah dalam ruang kompetisi yang lebih luas. Setiap tahapan yang dilalui menjadi pengalaman berharga untuk menumbuhkan keberanian, ketekunan, dan sikap sportif dalam meraih prestasi.
Kepala MIN 4 Bandar Lampung, Ahmad Firdaus, S.Pd., M.Pd., bersama guru pendamping terlihat membersamai para siswa dalam kegiatan tersebut. Kebersamaan itu sekaligus menjadi bentuk dukungan moral agar peserta didik dapat mengikuti kompetisi dengan sebaik-baiknya.
Melalui keikutsertaan dalam OMI 2026, MIN 4 Bandar Lampung terus memberi ruang kepada siswa untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki. Prestasi tidak lahir semata dari hasil akhir perlombaan, tetapi juga dari keberanian untuk belajar, berlatih, dan menghadapi tantangan dengan disiplin.
Semangat tersebut sejalan dengan peran madrasah dalam membentuk generasi yang memiliki kecakapan akademik sekaligus karakter yang kuat. Dari ruang kompetisi, siswa belajar tentang ketekunan dan tanggung jawab; dari proses belajar, mereka ditempa menjadi generasi madrasah yang berkarakter, berprestasi, dan berpegang pada nilai-nilai Qurani. (Septiano/Humas)


