Agama Pendidikan Sekolah
Beranda / Sekolah / Sumpah Pemuda di MAN 1 Bandar Lampung: Lukman Hakim Tekankan Empati dan Etika Generasi Digital

Sumpah Pemuda di MAN 1 Bandar Lampung: Lukman Hakim Tekankan Empati dan Etika Generasi Digital

dutacendikia.id, Bandar Lampung – Peringatan Hari Sumpah Pemuda di MAN 1 Bandar Lampung menjadi momentum untuk mengingatkan peserta didik bahwa semangat kebangsaan tidak berhenti pada penghormatan terhadap sejarah, tetapi perlu hadir dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Pesan itu disampaikan Kepala MAN 1 Bandar Lampung, Lukman Hakim, saat memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di halaman utama madrasah, Rabu (28/10/2026).

Upacara diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih dan pembacaan teks Keputusan Kongres Pemuda Indonesia 1928. Seluruh siswa kelas X dan XI, dewan guru, serta tenaga kependidikan mengikuti rangkaian kegiatan dengan khidmat. Peringatan tahun ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”.

Dalam amanatnya, Lukman Hakim menekankan bahwa patriotisme perlu diwujudkan melalui tindakan nyata untuk menjaga kehormatan dan persatuan bangsa. Sementara itu, kegigihan menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi persaingan global dan perkembangan teknologi yang terus bergerak cepat. Empati juga perlu mendapat perhatian sebagai landasan membangun toleransi dan menjaga hubungan sosial di tengah keberagaman masyarakat.

Perhatian terhadap perkembangan teknologi menjadi bagian penting dari pesan yang disampaikan kepada para siswa. Ruang digital menyediakan kesempatan untuk belajar, berkarya, dan berinovasi, tetapi juga dapat menjadi sarana penyebaran informasi bohong maupun provokasi apabila digunakan tanpa pertimbangan yang matang. Karena itu, peserta didik didorong agar lebih cermat dalam menerima informasi dan bertanggung jawab ketika berinteraksi di ruang digital.

Lukman Hakim juga mengaitkan semangat Sumpah Pemuda dengan kebiasaan sederhana di lingkungan madrasah. Ia mengajak siswa untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama, bersikap santun kepada guru, menjaga fasilitas sekolah, serta tertib dalam pelaksanaan ibadah bersama.

MIN 1 Bandar Lampung Kobarkan Semangat Sumpah Pemuda, Tanamkan Persatuan dan Cinta Tanah Air

“Setiap pagi ketika berpapasan, mari kita lebih peduli dan saling menyapa. Jangan sampai kita terlalu fokus dengan ponsel masing-masing hingga mengabaikan senyum dan sapaan dari guru-guru kita,” tutur Lukman Hakim.

Pesan tersebut menempatkan empati sebagai sesuatu yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui tindakan besar, tetapi dapat tumbuh dari kesediaan menyapa, menghormati orang lain, menjaga lingkungan bersama, dan tidak membiarkan penggunaan teknologi menjauhkan seseorang dari kehidupan sosialnya.

Menjelang akhir amanat, Lukman Hakim mengajak peserta didik untuk mengingat pengorbanan dan harapan orang tua. Kesungguhan dalam menuntut ilmu, menjaga akhlak karimah, serta menjauhi perilaku menyimpang menjadi bagian dari tanggung jawab seorang anak sekaligus bekal untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda di MAN 1 Bandar Lampung pun menegaskan kembali bahwa pendidikan kebangsaan tidak cukup berhenti pada pengetahuan tentang sejarah. Nilai persatuan perlu tumbuh bersama akhlak, kepedulian, kedisiplinan, dan tanggung jawab agar peserta didik mampu menjadi generasi yang berilmu sekaligus peka terhadap lingkungan sosialnya.

Dari madrasah, semangat Sumpah Pemuda diharapkan terus hidup dalam keseharian siswa: menghargai perbedaan, menggunakan teknologi secara bijak, menghormati sesama, dan bersungguh-sungguh dalam belajar demi memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia. (Septiano/Humas)

MIN 9 Bandar Lampung Peringati Hari Sumpah Pemuda, Tanamkan Semangat Patriotisme dan Empati

Berita Populer






× Advertisement
× Advertisement