dutacendikia.id, Bandar Lampung – Semangat kebangsaan dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari ikhtiar pendidikan MIN 5 Bandar Lampung. Melalui upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda yang dilanjutkan dengan kegiatan Program Adiwiyata berupa penanaman pohon, madrasah ini berupaya menanamkan nilai patriotisme sekaligus membangun kebiasaan menjaga kelestarian alam sejak dini.
Upacara yang berlangsung di halaman MIN 5 Bandar Lampung pada Rabu (28/10/2026) tersebut diikuti oleh dewan guru dan staf madrasah. Seluruh petugas upacara berasal dari kalangan guru dan staf yang mengenakan seragam Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), mencerminkan kebersamaan sekaligus penghormatan terhadap momentum kebangsaan.
Kepala MIN 5 Bandar Lampung, Hj. Fakihah, S.Ag., M.M.Pd., bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, ia menyampaikan sambutan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan tema peringatan tahun ini, yakni “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”. Pesan tersebut mengingatkan pentingnya semangat perjuangan, keteguhan dalam menghadapi tantangan, serta kepekaan terhadap persoalan masyarakat dalam membangun masa depan bangsa.
Bagi lingkungan pendidikan, semangat kepemudaan memiliki arti penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter dan tanggung jawab sosial. Nilai patriotisme dapat tumbuh melalui kebiasaan sederhana di lingkungan madrasah, mulai dari kedisiplinan, kepedulian terhadap sesama, hingga kesediaan menjaga lingkungan bersama.
Setelah upacara selesai, kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung seperti biasa. Aktivitas tersebut kemudian beriringan dengan pelaksanaan Program Adiwiyata MIN 5 Bandar Lampung yang diwujudkan melalui aksi penanaman pohon sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan madrasah yang hijau dan berkelanjutan.
Hj. Fakihah menyampaikan bahwa gerakan penanaman pohon merupakan langkah penting untuk membentuk karakter peduli lingkungan sejak usia dini. “Penanaman pohon ini bukan sekadar upaya mempercantik dan menghijaukan lingkungan madrasah kita, tetapi juga menjadi media edukasi langsung bagi anak-anak untuk belajar merawat alam. Melalui program Adiwiyata, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa menjaga kelestarian bumi adalah bagian dari tanggung jawab moral dan ibadah kita bersama,” ujarnya.
Program Adiwiyata MIN 5 Bandar Lampung mencakup lima fokus utama, yaitu kebersihan dan sanitasi, pengelolaan sampah melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), pemeliharaan keanekaragaman hayati, penghematan dan konservasi energi, serta penghematan dan konservasi air. Kelima aspek tersebut menjadi landasan untuk membangun kebiasaan ramah lingkungan melalui keterlibatan warga madrasah.
Penanaman pohon menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang mendekatkan peserta didik dengan persoalan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Kesadaran untuk merawat tanaman, menjaga kebersihan, memilah sampah, dan menggunakan air secara bijak merupakan kebiasaan yang dapat dimulai dari lingkungan sekolah, kemudian dibawa ke rumah dan masyarakat.
Melalui momentum kebangsaan dan pelaksanaan Program Adiwiyata, MIN 5 Bandar Lampung berupaya menghubungkan pendidikan karakter dengan tindakan nyata. Semangat patriotisme menemukan maknanya ketika diwujudkan dalam kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Dari madrasah yang hijau dan terawat, diharapkan tumbuh generasi yang berkarakter, bertanggung jawab, serta mampu memaknai cinta tanah air melalui tindakan sehari-hari. (Septiano/Humas)


