Dutacendikia.id, Bandar Lampung — Suasana khidmat dan penuh kehangatan tampak mewarnai kegiatan tahlilan malam ketujuh wafatnya ibunda tercinta dari Arif Suhaimi, S.H., Ketua Lembaga Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LBH NU) Provinsi Lampung. Acara yang berlangsung pada Senin malam (28/05) tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan sahabat dekat dari berbagai unsur organisasi keagamaan, kelembagaan, dan kemasyarakatan di Provinsi Lampung.
Tampak hadir Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung, perwakilan dari KPU Provinsi Lampung, Bawaslu Provinsi Lampung, serta jajaran LAZISNU dan PKC PMII Lampung, yang datang memberikan doa sekaligus dukungan moril kepada keluarga besar almarhumah.
Kehadiran mereka menjadi cerminan solidaritas dan kebersamaan dalam suasana duka, mengingat peran Arif Suhaimi selama ini sebagai figur publik yang aktif dalam advokasi hukum dan pengabdian sosial melalui NU dan berbagai forum keumatan di Lampung.
“Sosok Arif tidak lepas dari didikan dan doa seorang ibu. Maka kami hadir untuk ikut mendoakan almarhumah dan menyampaikan empati secara langsung,” ujar salah satu tokoh PWNU usai pembacaan tahlil.
Tahlilan berlangsung dalam suasana sederhana dan tertib, diiringi lantunan doa yang dipimpin oleh para ustaz dan tokoh NU setempat. Para tamu yang hadir juga tampak berbincang hangat selepas acara, sebagai bentuk dukungan emosional kepada keluarga.
Almarhumah dikenal sebagai sosok yang bersahaja dan religius dalam lingkungan keluarga. Meninggalkan duka yang mendalam, namun juga jejak keteladanan yang terus hidup dalam diri anak-anaknya, termasuk Arif Suhaimi yang selama ini dikenal sebagai pembela hak-hak masyarakat kecil.
Di tengah kesibukan para tokoh yang hadir, momen ini menjadi ruang kebersamaan yang tulus di mana empati mengalir melampaui institusi dan jabatan. Sebuah bentuk solidaritas yang lekat dalam nilai-nilai Nahdlatul Ulama yaitu menjunjung kasih sayang, menguatkan persaudaraan, dan merawat tradisi kebaikan. (Afif Amril)


