dutacendikia.id, Bandar Lampung – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 9 Bandar Lampung melaksanakan kegiatan qultum pagi sebagai bagian dari implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, Kamis (8/1/2026). Kegiatan ini berlangsung di Masjid Falahuddin, yang berada di sebelah MIN 9 Bandar Lampung, sebelum dimulainya kegiatan belajar mengajar (KBM).
Sejak pagi hari, suasana Masjid Falahuddin tampak hidup dengan lantunan nasihat keislaman yang disampaikan secara sederhana dan menyentuh. Qultum pagi ini menjadi media pembiasaan religius yang diarahkan untuk menumbuhkan nilai cinta kepada Allah Swt., cinta kepada diri sendiri, serta cinta kepada sesama dalam kehidupan sehari-hari siswa.
Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh siswa kelas I, V, dan VI MIN 9 Bandar Lampung. Para siswa duduk tertib memenuhi area masjid, menyimak dengan saksama pesan-pesan keagamaan yang disampaikan. Guru dan staf madrasah turut mendampingi, menciptakan suasana yang khidmat sekaligus edukatif.
Pelaksanaan qultum pagi di lingkungan masjid memberikan pengalaman spiritual yang lebih mendalam bagi siswa. Selain melatih keberanian dan kepercayaan diri, kegiatan ini juga menjadi sarana menanamkan adab, sikap saling menghormati, serta kesadaran untuk memulai aktivitas belajar dengan hati yang bersih dan niat yang baik.
Kepala MIN 9 Bandar Lampung, Evi Linawati, S.Ag., M.M.Pd., menyampaikan bahwa qultum pagi merupakan bagian dari strategi madrasah dalam menguatkan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam. Menurutnya, masjid menjadi ruang belajar yang efektif dalam membentuk kepekaan spiritual dan moral peserta didik.
“Melalui qultum pagi di Masjid Falahuddin, kami membiasakan siswa untuk memulai hari dengan mengingat Allah, mencintai dirinya, dan menumbuhkan kepedulian kepada sesama. Inilah ruh dari Kurikulum Berbasis Cinta yang terus kami terapkan secara konsisten,” tutur Evi Linawati.
Dengan pelaksanaan yang rutin dan terarah, MIN 9 Bandar Lampung berharap nilai-nilai Qurani dapat tertanam kuat dalam diri siswa. Qultum pagi tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian penting dari proses pendidikan yang membentuk karakter disiplin, religius, dan berakhlak mulia, sejalan dengan peran madrasah dalam mencetak generasi yang beriman dan berprestasi.(Septiano/Humas)


