Agama Pendidikan Sekolah
Beranda / Sekolah / Kurikulum Berbasis Cinta Dihidupkan Lewat Muraja’ah Al-Qur’an di MIN 9 Bandar Lampung

Kurikulum Berbasis Cinta Dihidupkan Lewat Muraja’ah Al-Qur’an di MIN 9 Bandar Lampung

dutacendikia.id, Bandar Lampung – MIN 9 Bandar Lampung melaksanakan kegiatan keagamaan Tahfidz dan Muraja’ah Hafalan Juz 30 sebagai bagian dari implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, Rabu (21/1/2026). Kegiatan ini menjadi ruang pembinaan spiritual siswa dalam menumbuhkan aspek cinta kepada Allah, diri sendiri, dan sesama melalui interaksi intens dengan Al-Qur’an.

Sejak pagi, suasana madrasah tampak khidmat. Siswa kelas I hingga VI mengikuti muraja’ah secara tertib dengan mushaf di tangan masing-masing. Mereka duduk rapi di ruang kelas, melantunkan ayat demi ayat dengan penuh kesungguhan, dipandu dan diawasi oleh guru serta staf MIN 9 Bandar Lampung.

Kegiatan Tahfidz dan Muraja’ah Juz 30 ini dilaksanakan bekerja sama dengan TPQ Falahuddin. Kolaborasi tersebut memperkuat kualitas pendampingan bacaan dan hafalan siswa, sekaligus memastikan ketepatan makharijul huruf serta kelancaran hafalan sesuai kaidah tajwid.

Kepala MIN 9 Bandar Lampung, Evi Linawati, S.Ag., M.M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini tidak semata-mata berorientasi pada capaian hafalan. “Melalui tahfidz dan muraja’ah, madrasah ingin menanamkan kecintaan kepada Al-Qur’an sejak dini. Dari situlah nilai disiplin, kesabaran, dan kepedulian terhadap sesama tumbuh secara alami dalam diri siswa,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, guru dan staf madrasah aktif mendampingi siswa, memastikan setiap anak terlibat secara optimal sesuai kemampuan masing-masing. Pendekatan ini mencerminkan prinsip Kurikulum Berbasis Cinta yang menempatkan siswa sebagai subjek pembelajaran dengan kebutuhan dan ritme belajar yang beragam.

Usai ASAS, Siswa MIN 9 Bandarlampung Unjuk Bakat Melalui Lomba Menggambar Paint dan Mengetik Cepat

Pelaksanaan Tahfidz dan Muraja’ah Juz 30 ini menjadi bagian dari ikhtiar MIN 9 Bandar Lampung dalam menghadirkan pendidikan yang seimbang antara aspek akademik dan pembinaan karakter. Madrasah terus berkomitmen membentuk generasi Qurani yang beriman, berakhlak, disiplin, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. (Septiano/Humas)

Berita Populer






× Advertisement
× Advertisement