dutacendikia.id, Bandar Lampung – Suasana religius tampak di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Bandar Lampung saat peserta didik secara bergantian mendatangi meja panitia Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) untuk menunaikan kewajiban zakat fitrah. Kegiatan pembayaran zakat fitrah tersebut dilaksanakan mulai 25 Februari hingga 12 Maret 2026 sebagai bagian dari rangkaian program Ramadan di madrasah.
Sejak pagi hari, sejumlah siswa datang dengan membawa zakat fitrah yang akan diserahkan kepada panitia. Petugas UPZ yang terdiri dari dewan guru dan panitia madrasah melakukan pencatatan serta memastikan setiap pembayaran tercatat dengan baik. Kegiatan ini berlangsung tertib dengan antrean siswa yang menunggu giliran sambil didampingi oleh guru.
Program ini diikuti oleh seluruh peserta didik bersama dewan guru sebagai bagian dari pembelajaran praktik ibadah. Selain menunaikan kewajiban zakat fitrah, para siswa juga dibimbing untuk memahami tata cara pelaksanaan zakat, termasuk bacaan niat serta doa setelah menunaikan zakat. Pendekatan ini diharapkan mampu menanamkan pemahaman yang utuh mengenai makna ibadah zakat dalam kehidupan sehari-hari.

Seorang siswa menyerahkan zakat fitrah kepada panitia UPZ MIN 2 Bandar Lampung sebagai bagian dari praktik ibadah Ramadan.
Dalam pelaksanaannya, zakat fitrah yang dibayarkan dapat berupa beras sebanyak 2,5 kilogram atau dalam bentuk uang sebesar Rp35.000, Rp37.500, atau Rp40.000. Nominal tersebut disesuaikan dengan harga beras yang biasa dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat.
Seluruh zakat yang terkumpul melalui Unit Pengumpulan Zakat MIN 2 Bandar Lampung nantinya akan disalurkan kepada para mustahiq pada 13–14 Maret 2026. Penerima manfaat meliputi keluarga besar madrasah serta masyarakat sekitar yang berhak menerima sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

Peserta didik MIN 2 Bandar Lampung mengantre secara tertib untuk menunaikan zakat fitrah yang dikoordinasikan oleh panitia madrasah.
Kepala MIN 2 Bandar Lampung, H. Untung Pribadi, M.Pd.I, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menunaikan kewajiban ibadah, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi peserta didik. Melalui praktik langsung seperti ini, siswa diharapkan mampu memahami nilai keikhlasan, kepedulian sosial, serta pentingnya berbagi kepada sesama.
Melalui kegiatan pengumpulan zakat fitrah ini, madrasah terus berupaya menanamkan nilai-nilai keislaman yang aplikatif dalam kehidupan siswa. Ramadan pun menjadi momentum penting bagi madrasah untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial serta karakter Qurani yang kuat. (Septiano/Humas)


