dutacendikia.id, Bandar Lampung – Suasana penuh kebersamaan dan kekhidmatan mewarnai kegiatan penutupan Pesantren Ramadan 1447 Hijriah yang diikuti siswa kelas VI MIN 9 Bandar Lampung pada Sabtu, 14 Maret 2026. Kegiatan yang dirangkai dengan buka puasa bersama ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antara siswa, guru, serta staf tata usaha di lingkungan madrasah.
Sejak sore hari, para siswa kelas VI tampak berkumpul di lingkungan madrasah dengan didampingi para guru. Penutupan Pesantren Ramadan ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan pembinaan keagamaan yang telah dilaksanakan selama bulan suci Ramadan. Melalui kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan penguatan nilai-nilai keislaman, pembiasaan ibadah, serta pembentukan karakter religius yang menjadi ciri khas pendidikan madrasah.
Kebersamaan semakin terasa menjelang waktu berbuka puasa. Para guru, staf tata usaha, dan siswa duduk bersama dalam suasana sederhana namun sarat makna. Momentum berbuka puasa bersama ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan rasa kekeluargaan di antara seluruh warga madrasah.
Kepala MIN 9 Bandar Lampung, Evi Linawati, S.Ag., M.M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan Pesantren Ramadan merupakan bagian dari upaya madrasah dalam membentuk karakter spiritual peserta didik sejak dini. Menurutnya, Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai keimanan, kedisiplinan beribadah, serta kepedulian terhadap sesama.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh siswa selama mengikuti Pesantren Ramadan dapat menjadi bekal berharga dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai yang dipelajari selama kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti saat program berakhir, tetapi terus diamalkan dalam kehidupan para siswa, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Kegiatan penutupan Pesantren Ramadan ini sekaligus menjadi ruang refleksi bagi seluruh warga madrasah. Melalui kebersamaan dalam ibadah dan buka puasa bersama, MIN 9 Bandar Lampung terus meneguhkan komitmennya dalam membina generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki karakter Qurani, berakhlak mulia, serta berlandaskan nilai-nilai keislaman. (Septiano/Humas)


