dutacendikia.id, Lampung – Sekretaris Wilayah Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PWNU Lampung, Ahmad Sofwan, mendorong penguatan aksi kemanusiaan berbasis kolaborasi antara LAZISNU dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lampung, baik dalam penggalangan bantuan bencana di Sumatra maupun agenda kepedulian lingkungan.
Ahmad Sofwan menyampaikan, LAZISNU se-Provinsi Lampung saat ini terus mengintensifkan penggalangan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatra, termasuk Aceh. Bantuan yang dihimpun tidak hanya berupa dana, tetapi juga logistik kebutuhan dasar.
“Bantuan yang terkumpul meliputi uang tunai, makanan siap saji, pakaian layak pakai, perlengkapan mandi, hingga kebutuhan kesehatan. Seluruhnya akan didistribusikan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Ahmad Sofwan dalam keterangannya.
Ia menambahkan, penggalangan bantuan tersebut dilakukan secara terkoordinasi oleh LAZISNU di tingkat wilayah hingga cabang. Ahmad Sofwan juga mendorong agar pengurus cabang di kabupaten dan kota dapat membangun kerja sama dengan badan otonom NU, lembaga kemasyarakatan, serta pelaku usaha yang memiliki kepedulian sosial.
Menurutnya, keterlibatan banyak pihak menjadi faktor penting agar bantuan yang dihimpun semakin luas dan tepat sasaran. Ia pun mengajak masyarakat Lampung untuk ikut berpartisipasi dengan menyisihkan sebagian rezeki guna membantu meringankan beban para korban bencana.
Selain fokus pada respons kemanusiaan, Ahmad Sofwan menyebut LAZISNU PWNU Lampung tetap melanjutkan agenda organisasi, salah satunya peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-21 LAZISNU yang direncanakan berlangsung di Lampung Selatan.
Sekretaris Wilayah Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PWNU Lampung, Ahmad Sofwan, mendorong penguatan aksi kemanusiaan berbasis kolaborasi antara LAZISNU dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lampung, baik dalam penggalangan bantuan bencana di Sumatra maupun agenda kepedulian lingkungan.
Ahmad Sofwan menyampaikan, LAZISNU se-Provinsi Lampung saat ini terus mengintensifkan penggalangan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatra, termasuk Aceh. Bantuan yang dihimpun tidak hanya berupa dana, tetapi juga logistik kebutuhan dasar.
“Bantuan yang terkumpul meliputi uang tunai, makanan siap saji, pakaian layak pakai, perlengkapan mandi, hingga kebutuhan kesehatan. Seluruhnya akan didistribusikan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Ahmad Sofwan dalam keterangannya.
Ia menambahkan, penggalangan bantuan tersebut dilakukan secara terkoordinasi oleh LAZISNU di tingkat wilayah hingga cabang. Ahmad Sofwan juga mendorong agar pengurus cabang di kabupaten dan kota dapat membangun kerja sama dengan badan otonom NU, lembaga kemasyarakatan, serta pelaku usaha yang memiliki kepedulian sosial.
Menurutnya, keterlibatan banyak pihak menjadi faktor penting agar bantuan yang dihimpun semakin luas dan tepat sasaran. Ia pun mengajak masyarakat Lampung untuk ikut berpartisipasi dengan menyisihkan sebagian rezeki guna membantu meringankan beban para korban bencana.
Selain fokus pada respons kemanusiaan, Ahmad Sofwan menyebut LAZISNU PWNU Lampung tetap melanjutkan agenda organisasi, salah satunya peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-21 LAZISNU yang direncanakan berlangsung di Lampung Selatan.
Dalam rangkaian harlah tersebut, LAZISNU bekerja sama dengan PMII Lampung menggelar kegiatan penanaman pohon mangrove di kawasan pesisir. Program ini diarahkan sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengurangi risiko abrasi pantai.
“Kami memaknai kegiatan penanaman ini sebagai bentuk sedekah oksigen, ikhtiar sederhana untuk menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat ke depan,” kata Ahmad Sofwan.
Ia menjelaskan, gerakan penghijauan tersebut tidak hanya difokuskan di wilayah pesisir, tetapi juga akan diserukan di kawasan sempadan sungai. Tujuannya untuk menjaga keseimbangan ekosistem, mencegah abrasi sungai, serta memperkuat kesadaran publik terhadap pentingnya kelestarian alam.
Melalui kolaborasi dengan PMII dan berbagai pihak, LAZISNU berharap gerakan kemanusiaan dan kepedulian lingkungan ini dapat melibatkan partisipasi masyarakat yang lebih luas, termasuk dukungan pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota di Lampung.
Dalam rangkaian harlah tersebut, LAZISNU bekerja sama dengan PMII Lampung menggelar kegiatan penanaman pohon mangrove di kawasan pesisir. Program ini diarahkan sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengurangi risiko abrasi pantai.
“Kami memaknai kegiatan penanaman ini sebagai bentuk sedekah oksigen, ikhtiar sederhana untuk menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat ke depan,” kata Ahmad Sofwan.
Ia menjelaskan, gerakan penghijauan tersebut tidak hanya difokuskan di wilayah pesisir, tetapi juga akan diserukan di kawasan sempadan sungai. Tujuannya untuk menjaga keseimbangan ekosistem, mencegah abrasi sungai, serta memperkuat kesadaran publik terhadap pentingnya kelestarian alam.
Melalui kolaborasi dengan PMII dan berbagai pihak, LAZISNU berharap gerakan kemanusiaan dan kepedulian lingkungan ini dapat melibatkan partisipasi masyarakat yang lebih luas, termasuk dukungan pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota di Lampung.(Septiano/Humas)


