dutacendikia.id, Bandar Lampung – Suasana Sabtu pagi di MIN 5 Bandar Lampung, 18 April 2026, berlangsung teduh dan penuh makna. Kegiatan diawali dengan pelaksanaan shalat Dhuha berjamaah yang diikuti murid secara khusyuk di lingkungan madrasah. Ibadah sunnah tersebut dipimpin oleh H. Bahrudin sebagai bagian dari pembiasaan spiritual yang terus ditanamkan dalam kehidupan belajar peserta didik.

Murid MIN 5 Bandar Lampung mengikuti tausiyah tentang keutamaan kejujuran setelah pelaksanaan shalat Dhuha berjamaah, Sabtu (18/4/2026).

Suasana khusyuk pelaksanaan shalat Dhuha berjamaah yang diikuti murid MIN 5 Bandar Lampung dan diimami H. Bahrudin.
Usai shalat, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah agama yang disampaikan da’iah cilik Fariha Nisa Azkia, murid kelas IV. Dalam penyampaiannya, Fariha mengangkat tema keutamaan orang jujur. Dengan bahasa sederhana namun kuat secara pesan, ia mengingatkan bahwa kejujuran merupakan puncak akhlak mulia yang menghadirkan ketenangan hati, menumbuhkan kepercayaan, membuka jalan menuju kebaikan, serta mendatangkan keberkahan hidup.
Pesan tentang nilai kejujuran yang disampaikan di hadapan seluruh murid menegaskan bahwa pendidikan akhlak di madrasah tidak berhenti pada teori, tetapi dibangun melalui pembiasaan, keteladanan, dan ruang ekspresi bagi murid untuk tumbuh sebagai pribadi berkarakter. Kegiatan tausiyah yang melibatkan murid sebagai penyampai materi juga menjadi bagian dari penguatan keberanian, literasi keagamaan, dan kepemimpinan sejak dini.
Setelah seluruh rangkaian pembiasaan pagi selesai, murid kembali ke kelas masing-masing untuk mengikuti kegiatan pembelajaran sesuai jadwal. Transisi dari ibadah menuju proses belajar berlangsung tertib, mencerminkan kultur disiplin yang tumbuh melalui rutinitas pendidikan yang terintegrasi antara pembinaan ruhani dan akademik.
Pada saat bersamaan, Kepala MIN 5 Bandar Lampung Hj. Fakihah bersama sejumlah dewan guru melaksanakan perawatan tanaman buah di lingkungan madrasah dengan memberi pupuk serta membersihkan hama pada tanaman. Aktivitas tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan karakter juga tumbuh melalui keteladanan nyata para pendidik, termasuk dalam menanamkan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Kehadiran pembiasaan ibadah, penguatan akhlak melalui tausiyah, serta budaya merawat lingkungan dalam satu rangkaian kegiatan menunjukkan wajah pendidikan madrasah yang utuh. MIN 5 Bandar Lampung tidak hanya membangun kecakapan akademik, tetapi juga meneguhkan pembentukan karakter Qurani, kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab sosial sebagai fondasi utama peserta didik.
Melalui kegiatan semacam ini, madrasah terus menegaskan perannya sebagai ruang tumbuh generasi yang berilmu, beradab, dan berakhlak mulia. Dari shalat berjamaah, pesan kejujuran, hingga perawatan tanaman, seluruh proses menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan pendidikan yang menumbuhkan kesalehan pribadi, kepedulian sosial, dan semangat merawat kehidupan. (Septiano/Humas)


