dutacendikia.id, Bandar Lampung – MIN 1 Bandar Lampung melaksanakan kegiatan validasi soal Ujian Madrasah pada Senin, 27 April 2026, sebagai bagian dari upaya menjaga mutu dan akuntabilitas penilaian hasil belajar peserta didik. Kegiatan ini menghadirkan pengawas madrasah, Bahrin, M.Pd.I, dan Ubaidillah, S.Ag., M.Pd., yang turut mendampingi proses telaah soal secara menyeluruh.
Kegiatan berlangsung di salah satu ruang kelas dengan melibatkan dewan guru sebagai penyusun sekaligus penelaah soal. Sejak pagi, para guru tampak serius mencermati setiap butir soal, mulai dari kesesuaian indikator, tingkat kesulitan, hingga ketepatan redaksi bahasa yang digunakan.
Proses validasi tidak sekadar memeriksa isi soal, tetapi juga memastikan keterpaduan antara kisi-kisi, materi pembelajaran, dan capaian kompetensi yang diharapkan. Diskusi antar guru berjalan dinamis, saling memberikan masukan guna menghasilkan instrumen evaluasi yang benar-benar representatif.

Pengawas Madrasah Dampingi Validasi Soal di MIN 1 Bandar Lampung
Pengawas madrasah, Bahrin, M.Pd.I, dalam arahannya menekankan pentingnya ketelitian dalam penyusunan soal. Ia mengingatkan bahwa soal ujian merupakan cerminan dari kualitas pembelajaran yang telah dilaksanakan di kelas. Sementara itu, Ubaidillah, S.Ag., M.Pd., turut memberikan penguatan terkait standar penyusunan soal yang baik dan terukur.
Suasana kegiatan berjalan tertib dan kondusif. Para guru menunjukkan komitmen tinggi dalam menjaga kualitas penilaian, dengan melakukan revisi dan penyempurnaan pada sejumlah butir soal yang dinilai masih perlu perbaikan.
Melalui kegiatan ini, MIN 1 Bandar Lampung menegaskan keseriusannya dalam menyelenggarakan evaluasi pendidikan yang berkualitas. Validasi soal menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa setiap instrumen penilaian tidak hanya mengukur aspek kognitif, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter siswa.
Upaya ini diharapkan mampu melahirkan lulusan madrasah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kedisiplinan, dan karakter Qurani yang kuat. (Septiano/Humas)


