dutacendikia.id, Bandar Lampung – Komitmen memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di lingkungan madrasah terus diwujudkan melalui kegiatan Bedah Capaian Pembelajaran (CP) yang diselenggarakan Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKM MTs) Provinsi Lampung. Kegiatan yang berlangsung di Aula MTsN 2 Bandar Lampung, Sabtu (25/7/2026), menjadi forum strategis bagi kepala madrasah, wakil kepala bidang kurikulum, dan guru untuk menyelaraskan arah pembelajaran yang berorientasi pada penguatan karakter peserta didik.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Dr. H. Zulkarnain, S.Ag., M.Hum. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta hadir sebagai pendekatan pendidikan yang menempatkan pembentukan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai fondasi utama proses belajar, tanpa mengesampingkan capaian akademik peserta didik.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung bersama jajaran meninjau lingkungan MTsN 2 Bandar Lampung sebelum rangkaian kegiatan Bedah Capaian Pembelajaran dimulai.
“Di dalam kurikulum ini terdapat pembentukan karakter yang kita kenal dengan Profil Pelajar Pancasila. Jadi, selain mengembangkan kecerdasan intelektual, kurikulum ini juga membentuk akhlak peserta didik,” ujar Dr. H. Zulkarnain di hadapan peserta yang memenuhi aula kegiatan.

Forum Bedah Capaian Pembelajaran menjadi ruang kolaborasi bagi insan madrasah untuk menyelaraskan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta demi menghadirkan pembelajaran yang berkualitas, berkarakter, dan berpusat pada peserta didik.
Suasana forum berlangsung dinamis sejak awal hingga akhir kegiatan. Para peserta tampak mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian, mulai dari pemaparan materi, pembahasan capaian pembelajaran pada setiap fase, hingga diskusi mengenai strategi implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di satuan pendidikan masing-masing. Antusiasme peserta mencerminkan semangat bersama untuk menghadirkan proses pembelajaran yang lebih bermakna dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Bedah Capaian Pembelajaran ini diikuti oleh seluruh Kepala Madrasah Tsanawiyah se-Provinsi Lampung, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, serta guru dari berbagai mata pelajaran. Melalui forum tersebut, peserta bersama-sama mengkaji, menyelaraskan, dan memperdalam pemahaman terhadap Capaian Pembelajaran sebagai landasan penyusunan pembelajaran yang lebih terarah, kontekstual, dan berorientasi pada pembentukan karakter.
Selain menjadi wadah peningkatan kompetensi akademik, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antar-madrasah dalam mengimplementasikan kebijakan pendidikan Kementerian Agama. Kesamaan persepsi mengenai Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih humanis, inklusif, dan mendorong tumbuhnya budaya belajar yang positif di lingkungan madrasah.
Melalui kegiatan ini, KKM MTs Provinsi Lampung berharap setiap madrasah mampu mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara optimal. Dengan demikian, madrasah tidak hanya melahirkan peserta didik yang unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga generasi yang berakhlak mulia, berkarakter Qurani, menjunjung nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila, serta siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan agama. (Septiano/Humas)


