dutacendikia.id, Lampung – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-21 dengan menggelar istighotsah dan aksi kemanusiaan di Kantor PWNU Lampung, Ahad (14/12/2025).
Peringatan tersebut dirangkai dengan penggalangan serta penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Kegiatan kemanusiaan ini melibatkan LAZISNU PWNU Lampung, LAZISNU PCNU se-Provinsi Lampung, serta UIN Jurai Siwo Lampung.
Acara dibuka oleh Sekretaris PWNU Lampung, H. Hidir Ibrahim. Dalam kesempatan itu, Ketua LAZISNU PWNU Lampung, H. Ahmad Jalaludin, menyampaikan bahwa peringatan harlah menjadi momentum refleksi sekaligus wujud syukur atas khidmah LAZISNU dalam melayani dan memberdayakan umat.
Ia menjelaskan, momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk menggerakkan solidaritas sosial bagi korban banjir di wilayah Sumatra. Hingga saat ini, donasi yang berhasil dihimpun mencapai Rp256 juta dan masih berpotensi bertambah.
“Donasi ini merupakan hasil gerakan bersama LAZISNU PCNU se-Provinsi Lampung. Selain dana, bantuan berupa barang juga telah mulai disalurkan melalui jaringan LAZISNU di daerah,” ujar Ahmad Jalaludin.
Ia menegaskan, seluruh bantuan yang terkumpul akan segera ditasarufkan kepada masyarakat terdampak sebagai bentuk komitmen LAZISNU dalam menghadirkan manfaat dan kemaslahatan bagi umat.
Sementara itu, Direktur Eksekutif NU Care–LAZISNU PWNU Lampung, Enny Puji Lestari, menyebut penggalangan dana tersebut merupakan ikhtiar nyata Nahdlatul Ulama dalam merespons persoalan kemanusiaan dan lingkungan.
Menurut Enny, kegiatan penggalangan dilakukan secara serentak oleh NU Care–LAZISNU PWNU Lampung bersama NU Care–LAZISNU PCNU se-Lampung sebagai upaya memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap lingkungan.
Ia memaparkan, rangkaian Harlah ke-21 LAZISNU tahun ini mencakup tiga agenda utama. Pertama, istighotsah sebagai ikhtiar spiritual dan doa bersama untuk keselamatan bangsa serta keberkahan gerakan NU. Kedua, penyaluran bantuan bagi korban bencana banjir di wilayah Sumatra. Ketiga, kegiatan penanaman mangrove yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Desember 2025 di Kabupaten Lampung Selatan.
“Kegiatan penanaman mangrove ini menjadi bagian dari komitmen NU Care–LAZISNU dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung upaya mitigasi bencana,” kata Enny.
Ia berharap, rangkaian kegiatan tersebut dapat memperkuat peran NU Care–LAZISNU sebagai lembaga filantropi yang tidak hanya berfokus pada bantuan sosial, tetapi juga berkontribusi dalam isu lingkungan dan keberlanjutan. (Septiano/Humas)


