dutacendikia.id, Bandar Lampung – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 11 Bandar Lampung melaksanakan kegiatan observasi dalam rangka penerimaan siswa baru dengan suasana tertib dan kondusif. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses seleksi awal untuk mengenali potensi serta kesiapan peserta didik sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar berbasis madrasah.
Sejak pagi hari, para calon siswa bersama orang tua mulai hadir di lingkungan madrasah. Mereka mengikuti alur kegiatan yang telah disiapkan panitia, mulai dari registrasi hingga sesi observasi langsung bersama guru. Proses ini berlangsung terorganisir, dengan pendampingan intensif dari tenaga pendidik yang memastikan setiap anak merasa nyaman.

Suasana observasi di ruang kelas, guru berinteraksi langsung dengan calon siswa untuk mengenali potensi dan kesiapan belajar.
Di dalam ruang kelas, para guru tampak melakukan interaksi langsung dengan calon siswa. Observasi dilakukan melalui pendekatan komunikatif, seperti tanya jawab sederhana, pengenalan dasar, hingga pengamatan sikap dan respons anak. Pendekatan ini bertujuan untuk menggali aspek kognitif, sosial, serta emosional secara menyeluruh.

Guru MIN 11 Bandar Lampung melakukan pendataan administrasi calon siswa baru sebagai bagian dari proses observasi penerimaan.
Selain itu, tim panitia juga melakukan pendataan administrasi secara digital guna memastikan akurasi data peserta. Beberapa guru terlihat menginput hasil observasi secara langsung, sebagai bagian dari sistem pencatatan yang rapi dan terstruktur. Hal ini menunjukkan komitmen madrasah dalam mengelola proses penerimaan secara profesional dan transparan.
Kepala MIN 11 Bandar Lampung, H. Agustami, S.Pd.I., menegaskan bahwa kegiatan observasi bukan sekadar seleksi akademik, melainkan upaya untuk memahami karakter dan kesiapan belajar anak. Ia menilai, pendekatan yang humanis menjadi kunci agar anak-anak dapat menunjukkan potensi terbaiknya tanpa tekanan.
“Madrasah berupaya menghadirkan proses penerimaan yang ramah anak. Kami ingin memastikan bahwa setiap peserta didik yang diterima benar-benar siap mengikuti pembelajaran, baik dari sisi kemampuan dasar maupun sikap,” ujarnya.

Kebersamaan dewan guru MIN 11 Bandar Lampung usai pelaksanaan kegiatan observasi penerimaan siswa baru.
Kegiatan observasi ini juga menjadi momentum bagi madrasah untuk memperkenalkan lingkungan belajar yang religius dan disiplin kepada calon peserta didik. Interaksi awal yang hangat antara guru dan siswa diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri serta semangat belajar sejak dini.
Melalui proses ini, MIN 11 Bandar Lampung terus menunjukkan perannya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter. Nilai-nilai kedisiplinan, akhlak mulia, dan semangat berprestasi ditanamkan sejak tahap awal, sebagai fondasi dalam mencetak generasi Qurani yang unggul. (Septiano/Humas)


