dutacendikia.id, Bandar Lampung – Nilai toleransi, kerukunan, harmoni, dan kedamaian diperkenalkan kepada peserta didik melalui kegiatan Implementasi Moderasi Beragama di MIN 4 Bandar Lampung. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Membangun Generasi Muda yang Toleran melalui Moderasi Beragama”.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya madrasah memberikan pemahaman tentang pentingnya sikap moderat dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik tidak hanya diperkenalkan pada keberagaman, tetapi juga diarahkan untuk membangun sikap saling menghargai dan menjaga hubungan yang harmonis dengan sesama.
Sebagai narasumber, hadir Dr. KH. Bahruddin, M.A., Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Lampung. Kehadirannya memberikan ruang bagi peserta didik untuk memperoleh pemahaman mengenai moderasi beragama dari perspektif yang lebih luas, terutama dalam membangun kehidupan bersama yang rukun di tengah keberagaman.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Peserta didik tampak mengikuti rangkaian acara dengan perhatian, sementara sejumlah siswa mendapat kesempatan untuk terlibat dalam sesi kegiatan bersama narasumber. Pesan tentang toleransi dan kerukunan juga terlihat kuat dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung di lingkungan madrasah tersebut.
Kepala MIN 4 Bandar Lampung, Ahmad Firdaus, S.Pd.I., M.Pd., turut hadir bersama jajaran guru dalam kegiatan tersebut. Kehadiran unsur pimpinan dan pendidik menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam menempatkan pendidikan karakter sebagai bagian penting dari proses pembelajaran peserta didik.
Moderasi beragama bagi peserta didik menjadi penting karena nilai-nilainya dapat ditanamkan melalui kebiasaan sederhana di lingkungan madrasah, seperti menghormati perbedaan, membangun sikap saling menghargai, menjaga kerukunan, serta menghindari sikap yang dapat memicu perpecahan. Nilai tersebut menjadi bekal sosial bagi peserta didik dalam berinteraksi di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Kegiatan di MIN 4 Bandar Lampung juga memperlihatkan bahwa pendidikan moderasi beragama dapat berjalan beriringan dengan pembentukan karakter peserta didik. Madrasah tidak sekadar menjadi ruang untuk memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga tempat anak-anak belajar memahami kehidupan bersama dengan sikap yang santun, terbuka, dan bertanggung jawab.
Melalui penguatan moderasi beragama sejak jenjang pendidikan dasar, MIN 4 Bandar Lampung terus mendorong tumbuhnya generasi yang memiliki karakter Qurani, menghargai keberagaman, menjunjung kerukunan, serta mampu merawat kedamaian. Nilai-nilai tersebut diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan peserta didik, sejalan dengan cita-cita madrasah dalam membentuk generasi yang berkarakter dan berprestasi. (Septiano/Humas)


