dutacendikia.id, Bandar Lampung – Suasana pagi di MIN 9 Bandar Lampung diwarnai lantunan ayat suci Al-Qur’an pada Rabu (23/9/2026). Para siswa mengikuti kegiatan keagamaan berupa murajaah atau membaca kembali Al-Qur’an yang dilanjutkan dengan salat Duha berjamaah sebelum memulai kegiatan belajar mengajar (KBM).
Kegiatan tersebut diikuti siswa kelas I, V, dan VI dengan pendampingan guru serta staf MIN 9 Bandar Lampung. Para siswa mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib sambil membawa Al-Qur’an masing-masing. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari pembiasaan keagamaan yang dilaksanakan di lingkungan madrasah.
Pelaksanaan murajaah Al-Qur’an dan salat Duha merupakan bagian dari implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, khususnya pada aspek cinta kepada Allah, diri sendiri, dan sesama. Pembiasaan tersebut ditempatkan sebagai bagian dari aktivitas pendidikan yang berlangsung sebelum siswa memasuki kegiatan pembelajaran di kelas.
Kegiatan berlangsung dalam suasana yang khidmat. Siswa duduk bersama mengikuti bacaan Al-Qur’an, kemudian melaksanakan salat Duha secara berjamaah. Kehadiran guru dan staf turut mendukung keteraturan kegiatan sekaligus memberikan pendampingan kepada para siswa selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Bagi siswa, rutinitas tersebut menjadi ruang untuk membangun kedekatan dengan Al-Qur’an sekaligus membiasakan ibadah di lingkungan madrasah. Pembiasaan yang dilakukan secara teratur diharapkan dapat membantu siswa mengenal dan menjalankan nilai-nilai keagamaan dalam keseharian.
Kepala MIN 9 Bandar Lampung, Evi Linawati, S.Ag., M.M.Pd., menjadi bagian dari ikhtiar madrasah dalam menguatkan pembiasaan keagamaan melalui kegiatan yang melibatkan siswa secara langsung. Pendekatan tersebut menempatkan pendidikan agama tidak sebatas materi pembelajaran, tetapi juga melalui pengalaman dan kebiasaan yang dilakukan bersama di lingkungan madrasah.
Melalui kegiatan murajaah Al-Qur’an dan salat Duha berjamaah, MIN 9 Bandar Lampung terus membangun suasana pendidikan yang dekat dengan nilai-nilai keislaman. Pembiasaan tersebut menjadi salah satu cara madrasah menumbuhkan generasi yang mencintai Al-Qur’an, memiliki kebiasaan beribadah, serta mampu membawa nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari. (Septiano/Humas)


