Agama Pendidikan Sekolah
Beranda / Sekolah / Perdana, MIN 9 Bandar Lampung Gelar Sholat Dhuha di Halaman Madrasah dalam Implementasi Kurikulum Cinta

Perdana, MIN 9 Bandar Lampung Gelar Sholat Dhuha di Halaman Madrasah dalam Implementasi Kurikulum Cinta

dutacendikia.id, Bandar Lampung -Pelaksanaan Sholat Dhuha berjamaah mengawali aktivitas belajar siswa MIN 9 Bandar Lampung pada Selasa pagi, 20 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, khususnya pada aspek cinta kepada Allah dan penguatan nilai-nilai keagamaan di lingkungan madrasah.

Sejak pagi hari, halaman madrasah tampak tertata dengan sajadah yang berjajar rapi. Siswa kelas I, V, dan VI mengikuti Sholat Dhuha dengan tertib, didampingi para guru serta staf madrasah. Nuansa religius terasa kental, menciptakan suasana yang menenangkan sebelum para siswa memasuki kegiatan belajar mengajar (KBM).

Kegiatan ini dirancang sebagai pembiasaan positif yang menanamkan kedisiplinan spiritual sejak dini. Melalui Sholat Dhuha, siswa diajak untuk mengenal makna ibadah sunnah sebagai bentuk kedekatan diri kepada Allah, sekaligus melatih kekhusyukan, ketenangan, dan kesiapan mental sebelum menerima pelajaran di kelas.

Kepala MIN 9 Bandar Lampung, Evi Linawati, S.Ag., M.M.Pd., menegaskan bahwa Kurikulum Cinta tidak hanya diwujudkan dalam proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari di madrasah. “Pembiasaan ibadah seperti Sholat Dhuha menjadi sarana efektif menumbuhkan cinta kepada Allah dan agama, sekaligus membentuk karakter siswa yang religius dan berakhlak,” ujarnya.

Pendampingan langsung oleh guru dan staf madrasah turut memperkuat nilai keteladanan dalam kegiatan ini. Kehadiran pendidik di tengah barisan siswa menjadi pesan tersirat bahwa pendidikan karakter tumbuh melalui contoh nyata, bukan sekadar nasihat lisan.

Tarisa Airia Dzie Izza Harumkan MTsN 2 Bandar Lampung, Diterima di SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Melalui pelaksanaan Sholat Dhuha sebelum KBM, MIN 9 Bandar Lampung terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang utuh—menyeimbangkan aspek akademik dan spiritual. Langkah ini diharapkan mampu membentuk generasi madrasah yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki cinta mendalam kepada Allah, berdisiplin, dan siap berprestasi dalam kehidupan bermasyarakat. (Septiano/Humas)

 

Berita Populer






× Advertisement
× Advertisement